LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Nasional

Fungsi Pendidikan Nasional sangat bermanfaat untuk masyarakat yang ada. Karena di Indonesia sendiri pendidikan nasional dilakukan mulai Sekolah Dasar sampai jenjang Perguruan Tingi.

Dengan adanya pendidikan tersebut dapat memberikan pengaruh positif untuk peserta didik dan menjadi generasi penerus yang baik. Sedangkan untuk salah satu program yang dijalankan pemerintah dalam program pendidikan nasional ini dengan wajib belajar 12 tahun dan pendidikan dimulai dari pendidikan dasar sampai sekolah menegah atas.

pendidikan nasional

baca juga : pengertian dekadensi moral dan cara mengatasinya

Fungsi Pendidikan Nasional dan Tujuannya

Tujuan Pendidikan Nasional

Pendidikan nasional ini bertujuan untuk membentuk sebuah karakter bangsa. Mulai dari menambah kreativitas, ilmu pengetahuan, keterampilan, motivasi, kepercayaan diri dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dari semua tujuan tersebut dapat dipantau sejak anak atau mulai pendidikan sampi akhir pendidikan. Terutama dengan adanya penilaian selama menjalani masa pendidikan.

Pendidikan nasional yang ada di Indonesia sendiri menggunakan sistem yang sudah diberikan berupa pembelajaran dan mengajarkan materi tertentu. Pada akhir materi akan diberikan penilaian supaya dapat mengukur kemampuan siswa.

Penilaian ini dilakukan untuk memantau kemajuan, kemampuan dan tingkat pemahaman dari peserta didik. Salah satunya dengan adanya UN atau Ujian Nasional yang selalu di adakan untuk mengukur nilai tersebut.

Tapi untuk tujuan pendidikan nasional sesuai UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Fungsi Pendidikan Nasional di Indonesia

Untuk fungsi pendidikan nasional dengan memberikan pengajaran. Berupa ilmu pengetahuan supaya dapat mencetak karakter, membentuk karakter bangsa yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, membentuk kreativitas dan kecerdasan anak sejak dini.

Sedangkan untuk jalur pendidikan nasionalnya dibagi menjadi 3 bagian. Jalur formal, non-formal, dan informal. Jalur formal sendiri termasuk pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi. Jenis-jenis pendidikan nasional sesuai fungsi pendidikan terdiri dari pendidikan umum, kejuruan, akademik, vokasi, profesi, keagamaan, dan pendidikan khusus.

baca juga : tips mendidik anak berkebutuhan khusus

Perkembangan Pendidikan yang Ada di Indonesia

Awal Kemerdekaan

Saat jaman kolonialisme, pendidikan untuk anak-anak Indonesia sangat terbatas. Jadi banyak penduduk Indonesia yang mengalami buta huruf. Pada masa tersebut sempat ada panitia penyelidik pengajaran Republik Indonesia.

Tugas panitia sendiri untuk merumuskan dan meneliti masalah yang terjadi pad pengajaran. Panitia akan menyampaikan saran kepada pemerintah, menyusun struktur dan sistem pendidikan yang ada. Selain itu pada masa tersebut, pendidikan lebih fokus menanamkan semangat patriotisme.

Demokrasi Liberal

Saat masa demokrasi liberal, pendidikan mulai fokus kepada spesialisasi. Hal ini dilakukan karena bangsa Indonesia sudah cukup tertinggal dalam bidang teknik. Bidang teknik ini sangat diperlukan dalam jaman modern. Jadi pendidikan umum dan teknik mulai dilaksanakan. Dengan perbandingan 3 banding 1 yang memiliki arti, setiap ada sekolah umum maka harus ada 1 sekolah teknik.

Demokrasi Terpimpin

Pada masa demokrasi terpimpin ada banyak siswa yang masuk dalam sekolah lanjutan tingkat pertama dan tingkat atas. Semua siswa ini ingin menjadi mahasiswa dan hal tersebut menjadi hasil dari sistem pendidikan setelah masa kemerdekaan. Kemudian pemerintah mendirikan universitas baru pada setiap provinsi. Mendirikan IAIN bagi siswa dari pesantren supaya dapat menempuh pendidikan islam.

Masa Orde Baru dan Reformasi

Masa order baru pemerintah memberikan kesempatan belajar yang lebih luas. Diimbangi dengan kualitas pendidikan dan pendidikan harus dapat menjawab tantangan dari dunia modern.

Sedangkan pada masa reformasi, pemerintah berhasil melakukan perubahan revolusioner sesuai fungsi pendidikan nasional. Karena dapat mengubah kurikulum pendidikan, KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi yang dapat membuat siswa harus lebih aktif dalam mendapatkan informasi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.