Tips Bijak Menghadapi Istri yang Boros Tanpa Terjadi Konflik

Tips Bijak Menghadapi Istri yang Boros

Istri seharusnya memiliki peran utama dalam mengatur keuangan keluarga atau istri bisa dikatakan berperan sebagai menteri keuangan dalam keluarga. Namun bagaimana jika memiliki istri yang hobi berbelanja dan menghamburkan uang untuk  hal yang kurang berguna?. Pastinya hal tersebut bisa menjadi petaka. Karena biasanya, istri yang punya sifat seperti ini, tak akan pernah merasa cukup, dan biasanya semakin banyak uang belanja yang diberikan suami, makin tinggi pula gaya hidupnya.

Bagaimana solusinya? Nah, untuk anda para suami, berikut kami bagikan beberapa tips menghadapi istri yang boros dengan bijak berikut ini.

Tips Bijak Menghadapi Istri yang Boros

  • Bicarakan Kekhawatiran dengan Istri secara Baik-Baik

Langkah pertama yang harus Anda lakukan jika memiliki istri yang boros ialah membicarakan akibat buruk dari sifatnya tersebut. Dan tentunya harus dibicarakan dengan baik-baik. Utarakan kekhawatiran Anda mengenai sifat sang istri tersebut agar istri dapat memikirkan apa yang sedang dia lakukan. Biasanya sifat boros tersebut memang tumbuh tanpa disadari dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang tidak terkontrol.

Baca juga : Tips Hemat Anggaran Bulanan Keluarga Samawa

  • Susun Anggaran Keuangan Jangka Panjang

Banyak orang tidak menyadari bahwa dia telah membelanjakan uangnya dengan boros. Hal ini dikarenakan kurangnya perhitungan anggaran keuangan jangka panjang. Dengan mendiskusikan dan menyusun anggaran keuangan dengan cermat, istri dapat memperkirakan biaya yang dibutuhkan di masa depan. Perkiraan biaya di masa depan itulah yang dapat menyadarkan istri untuk mulai menabung dan tidak lagi menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Tips Bijak Menghadapi Istri yang Boros
Tips Bijak Menghadapi Istri yang Boros
  • Bangun Komitmen Bersama

Setelah menyusun anggaran keuangan jangka panjang dengan istri, langkah selanjutnya adalah membangun komitmen bersama untuk menjaga keuangan dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Biasakan melakukan analisa pengeluaran bersama setiap akhir bulan untuk mengontrol dan mengatur pengeluaran pada bulan mendatang.

  • Terapkan Sistem Reward dan Punishment

Selain membangun komitmen bersama, terapkan pula sistem reward dan punishment di dalamnya. Jika Anda maupun istri berhasil menjalankan komitmen dan bisa menabung lebih dari yang diperkirakan, tidak ada salahnya memberikan reward atau hadiah, misalnya makan bersama di luar atau lainnya secara sederhana namun spesial.

Namun jika suami maupun istri melakukan kesalahan, maka perlu diberikan punishment atau hukuman bagi yang melanggarnya. Pastikan masing-masing pasangan mengetahui apa hadiah maupun hukuman yang ditetapkan sebelumnya agar istri bisa memikirkan yang terbaik dalam menjalani komitmen tersebut.

  • Siapkan Rekening Khusus

Untuk menghemat dan mengatur uang agar lebih baik, Anda perlu menyiapkan rekening tabungan khusus tanpa akses kartu ATM. Hindari menyimpan setumpuk uang tunai di dalam rumah atau di rekening istri atau suami. Cara sederhana ini bermanfaat agar istri maupun suami tidak tergiur untuk membelanjakan uangnya secara tunai maupun online. Jangan lupa untuk mendiskusikan hal ini sebelumnya dengan istri agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

  • Ajari Istri untuk Berinvestasi

Selain menabung di bank, ajarkan pula pada istri untuk mulai berinvestasi. Ingatkan pada sang istri bahwa untuk berinvestasi tidak harus membutuhkan modal yang besar. Daripada membeli baju, tas dan sepatu, ajak istri untuk menginvestasikan uangnya dengan membeli emas, tanah, atau menanamkan modal pada perusahaan dan lainnya. Jika istri mulai terbiasa berinvestasi, secara otomatis dia akan memiliki mindset ‘daripada menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting, lebih baik uang diinvestasikan demi masa depan’.

Baca juga : Tips Merencanakan Memiliki Rumah Sendiri Setelah Menikah

Itulah diatas tips menghadapi istri yang boros. Memang tidak mudah mengatasi kebiasaan boros tersebut, namun sebagai suami kita punya tanggung jawab untuk melakukan hal tersebut. Tentunya harus dengan sabar dan mengedepankan komunikasi dari hati ke hati.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.