LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Syarat-syarat Menjatuhkan Talak Menurut Ajaran Islam

Dalam berumah tangga, percekcokan adalah hal yang wajar/normal. Hal ini terjadi karena perbedaan pendapat yang sering timbul antara pihak suami dan istri. Meskipun sesungguhnya masalah yang ada dapat diselesaikan secara baik, namun terkadang hal ini justru memicu terjadinya perceraian.

Perceraian dalam islam dikenal dengan istilah talak dan harus dilakukan berdasarkan syarat-syarat yang ada dalam islam. Jika tidak sesuai, maka proses talak dinilai tidak sah.

Nah, terkait hal tersebut, berikut kami bagikan informasi mengenai syarat-syarat menjatuhkan talak menurut ajaran Islam. Silahkan disimak.

Pengertian talak dalam islam

Sebelum mengetahui syarat-syarat menjatuhkan talak, ada baiknya Anda simak terlebih dahulu pengertian talak sendiri menurut ajaran islam.

Baca juga : Pentingnya Komunikasi Dengan Pasangan Setelah Menikah

Talak dalam islam adalah suatu keputusan dimana seorang suami atau istri dalam sebuah rumah tangga melepaskan atau mengakhiri hubungan suami istri mereka, baik melalui ucapan sang suami maupun melalui putusan pengadilan atas gugatan yang dilakukan pihak istri.

syarat-syarat menjatuhkan talak menurut ajaran Islam

syarat-syarat menjatuhkan talak menurut ajaran Islam

  • Hukum talak dalam Islam

Islam sendiri memandang talak sebagai sesuatu yang diperbolehkan atau dihalalkan. Namun, talak merupakan perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah. Maka dari itu, penting untuk memikirkan secara matang sebelum melakukan talak.

Hal tersebut tersirat dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah adalah talak (cerai)”. (HR. Abu Dawud).

  • Syarat-syarat menjatuhkan talak

Ketika tekad sudah bulat untuk melakukan talak, beberapa syarat harus terpenuhi agar talak yang dilakukan dianggap sah secara agama. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika seseorang suami akan menalak istrinya adalah sebagai berikut.

  • Sang suami harus merupakan suami sah

Seseorang yang akan menjatuhkan talak, haruslah dalam hubungan suami istri yang sah secara islam. Jika hubungan yang dijalankan tidak sah menurut ajaran islam maka talak yang dilakukan tergolong tidak sah. Adapun hadist yang membahas masalah ini yaitu hadist dari Amr bin Syu’aib berdasarkan dari pernyataan nabi Muhammad:

“Tiada nadzar untuk anak Adam kepada sesuatu yang itu bukan menjadi miliknya. Tiada pembebasan budak kepada budak yang itu bukan menjadi miliknya. Tiada talak kepada sesuatu yang itu bukanlah menjadi miliknya”. (HR. Tarmidzi)

  • Pelaku talak harus sudah baligh

Seorang suami yang hendak menalak istrinya diharuskan sudah dalam keadaan baligh. Baligh dalam islam sendiri dipandang sebagai kondisi diman seorang manusia sudah dapat menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Maka dari itu, keputusan yang dibuat (menalak) harus sudah dipikirkan secara matang-matang.

  • Pihak Penalak harus sehat rohani dan dalam keadaan sadar

Sebagai seseorang yang akan mengambil keputusan untuk menalak, seorang suami haruslah sehat secara akal. Hal ini diharuskan sebab keputusan yang diambil haruslah benar-benar dipikirkan terlebih dahulu dan dilakukan secara sadar (tidak sedang tidur atau mabuk).

Adapun hadist yang membahas hal ini yaitu

“Semua talak itu boleh terkecuali talak yang dikerjakan (dilakukan) oleh orang yang kurang akal-nya.” hadits ini mauquf atau hanya perkataan sahabat. (HR. Tirmidzi)

  • Gugatan talak harus dilakukan atas kehendak sendiri

Melakukan talak seharusnya dilakukan tanpa ada paksaan dari orang lain karena orang yang menjalankan hubungan rumah tangga adalah diri sendiri bukan orang lain. Melakukan talak juga harus dipikirkan secara baik-baik agar tidak terdapat penyesalan atau salah paham kedepannya.

Itulah beberapa informasi mengenai syarat-syarat menjatuhkan talak menurut ajaran Islam serta seluk beluknya. Ada baiknya, jika terjadi perselisihan pendapat dalam rumah tangga diselesaikan secara baik terlebih dahulu dan kedua pihak saling berintropeksi agar perceraian dapat dihindari.

Baca juga  : Tips Supaya Menjadi Keluarga Yang Bahagia Dan Harmonis

Jika memang proses perdamaian tidak dapat diakukan dan memilih jalan perceraian, maka baiknya proses tersebut dilakukan dengan kepala dingin dan baik-baik agar terhindar dari permusuhan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.