Syarat Sah dan Rukun Puasa Ramadhan

0
18

Bulan suci ramadhan sudah tinggal menghitung hari. Seluruh umat muslim tentunya sudah berlomba lomba menyiapkan diri dan hati untuk menyambut bulan penuh keberkahan ini. Mulai dari memperbanyak ibadah hingga memperdalam ilmu agama agar ibadah di bulan suci lebih khusyuk lagi.

Namun dibalik itu, ternyata masih banyak umat muslim yang belum mengetahui atau sudah lupa mengenai syarat sah dan rukun dari puasa ramadhan. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini, kami akan bagikan informasi lengkapnya.

Syarat Sah Puasa

Ulama yang menganut madzhab dari imam syafi’i membagi syarat syah puasa menjadi 4 yaitu :

  1. Islam

“ Orang yang tidak beragama islam tidak wajib berpuasa. Orang yang kafir tidak memiliki tuntutan untuk berpuasa karena puasanya tidak akan sah…” ( Kitab Al – Iqna Jilid 1).

Sudah banyak ulama’ yang menyatakan bahwa tidak sah puasa bagi orang yang tidak islam. Islam disini adalah mereka yang sudah mengucap dua kalimat syahadat sehingga orang yang beragama lain atau murtad (keluar dari islam) sudah tidak sah jika melakukan puasa. Sedangkan untuk orang yang baru masuk islam, tidak wajib baginya untuk mengganti puasa sebelum ia masuk islam.

Baca juga : Macam – Macam Puasa dalam Islam

  1. Mummayyiz (bisa membedakan baik dan buruk)

Ibadah puasa baru dianggap sah ketika seseorang telah tamyiz atau dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan bagi anak kecil yang belum tamyiz, puasanya tidak sah. Orang gila (kehilangan akal sehat) disini juga dikategorikan sebagai orang yang belum tamyiz karena tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga puasanya tidak sah hingga ia sembuh dari gilanya.

  1. Suci dari hadast haid dan nifas (untuk perempuan)

Untuk kaum perempuan, ada masanya mengalami menstruasi atau haid dan nifas untuk perempuan yang habis melahirkan. Perempuan dalam masa – masa itu tidak diwajibkan untuk beribadah wajib termasuk puasa. Bahkan jika tetap melakukannya pemempuan justru akan berdosa. Sehingga puasanya perempuan yang belum suci dari haid dan nifas tidak sah dan tidak akan diterima. Meskipun begitu, perempuan tetap wajib mengqadha atau mengganti puasa wajib yang ditinggalkannya selama Ramadhan di bulan lain.

  1. Meyakini Waktu Puasa

Seseorang yang melakukan puasa harus yakin bahwa hari itu bukan merupakan hari diharamkannya puasa. Misalnya ketika seseorang ragu untuk berpuasa pada 30 Sya’ban yang merupakan hari yang meragukan, maka tidak sah puasanya. Kemudian jika ia berpuasa di hari tasyrik ( 3 hari setelah idul adha) maka puasanya tidak sah.

Rukun Puasa

Rukun puasa ada 2 yaitu :

  1. Niat

Dalam hadist bukhari muslim, disebutkan bahwa segala sesuatu tergantung niatnya. Niat puasa ramadhan dilakukan sebelum matahari terbit (saat imsak) agar tetap dihitung sebagai puasa yang sah.  Niat puasa juga dapat dilakukan di malam hari setelah sholat tarawih atau sebelum tidur untuk berjaga jaga jika tertidur saat imsyak tiba. Niat puasa juga harus dilakukan sendiri sendiri (tidak diwakilkan). Sedangkan untuk anak kecil, bisa dituntun untuk membaca niat sebagai pembelajaran.

Syarat Sah dan Rukun Puasa Ramadhan
Syarat Sah dan Rukun Puasa Ramadhan
  1. Meninggalkan segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga matahari tenggelam

Rukun puasa yang kedua tentunya melakanakan puasa dalam waktu yang telah ditentukan (terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari) dan meninggalkan hal hal yang membatalkan puasa.

Baca juga : Amalan Sunnah Apa Saja di Bulan Suci Ramadhan

Nah itulah tadi penjelasan yang bisa kami bagikan terkait syarat sah dan rukun puasa ramadhan. Semoga informasi ini bermanfat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.