RamadhanSpecial Bulan Ramadhan

Shalat Jamak dan Qashar Perlu dipahami Muslim Suka Travelling

Suka jalan-jalan menyusuri indahnya bumi ciptaanNya tapak demi tapak? Its good. Karena dengan menyaksikan betapa indahnya hasil ciptaan Allah SWT, akan menambah rasa syukur Anda pada Sang Khalik. Apapun keadaan Anda dan di manapun Anda berada, jika sudah sampai waktu shalat maka Anda tetap wajib melaksanakan shalat.

Bagaimana kalau Anda sedang dalam perjalanan yang sangat jauh dan tidak memungkinkan Anda untuk sering-sering singgah di suatu tempat untuk melaksanakan shalat?. Solusinya adalah Anda bisa mengerjakan dengan cara Shalat Jamak dan Qashar, atau bahkan keduanya sekaligus.

Menjamak shalat artinya menggabungkan beberapa shalat di waktu yang sama. Shalat yang boleh digabungkan hanyalah Dzuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya. Sementara shalat Subuh tetap dengan waktunya sendiri.

Sedangkan mengqashar shalat artinya meringkas shalat yang jumlahnya 4 rekaat menjadi hanya 2 rekaat saja. Lalu bagaimana syarat dan aturan mengerjakan Shalat Jamak dan Qashar? Simak penjelasan berikut ini :

Syarat Sah Shalat Jamak dan Qashar

  1. Bukan perjalanan untuk melakukan maksiat

Perjalanan yang Anda lakukan adalah perjalanan wajib, sunat atau mubah, seperti berangkat melaksanakan ibadah haji atau umrah, bersilaturahmi ke tempat sanak saudara, perjalanan bisnis atau perjalanan biasa untuk liburan.

  1. Jaraknya mulai 80,64 km

Jauh perjalanan yang Anda tempuh jaraknya mulai dari 80,64 km atau lebih. Jika kurang dari itu maka Anda belum bisa melaksanakan jamak ataupun qashar.

Shalat Jamak dan Qashar

Shalat Jamak dan Qashar

  1. Bukan mengqadha

Shalat yang dikerjakan adalah shalat yang tunai, bukan mengqadha atau membayar shalat yang terhutang

Aturan Qashar

Mengqashar hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang melakukan perjalanan jauh saja. Jika tidak, maka tidak boleh mengqashar.

Adapun aturan mengqashar shalat, mulai dari syarat dan rukun-rukunnya semua sama seperti pada saat Anda mengerjakan shalat fardhu biasa. Waktunya pun tetap sama. Yang berbeda hanya rekaatnya saja yang dikurangi.

Shalat yang boleh diqashar hanyalah yang jumlah rekaatnya ada 4, seperti Dzuhur, Ashar dan Isya. Sisanya, seperti Subuh dan Maghrib tetap dikerjakan dengan jumlah rekaat normalnya.

Adapun niatnya adalah sebagai berikut :

“Aku (sahajaku) mengqashar shalat fardhu ‘……..’ 2 rekaat karena Allah Ta’ala”

Aturan Jamak

Jika mengqashar hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang melakukan perjalanan jauh atau musafir, maka sedikit berbeda dengan menjamak. Jamak boleh dilakukan selain dalam waktu perjalanan, misalnya Anda sedang sakit keras atau seperti orang zaman dahulu saat hujan lebat melanda sehingga Anda tidak dapat keluar untuk mengambil air wudhu seperti pada keadaan normal.

Sama halnya seperti qashar, syarat dan rukun untuk shalat jamak juga sama seperti shalat fardhu biasa. Namun jika syarat sah shalat salah satunya adalah telah masuk waktu shalat, maka untuk jamak sedikit berbeda. Untuk rekaatnya, semuanya sama seperti biasa, tidak ada pengurangan jumlah rekaat.

Shalat yang boleh dijamak hanyalah Dzuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya. Anda boleh mengerjakan Dzuhur dan Ashar sekaligus di waktu Dzuhur ataupun di waktu Ashar. Seperti itu juga Maghrib dan Isya.

Jamak terbagi dua, ada jamak taqdim dan jamak ta’khir.

Baca juga : 5 Syarat Sah Berwudhu Yang Wajib Diketahui Orang Islam

Jamak Taqdim

Jamak taqdim adalah melakukan shalat jamak di waktu shalat yang pertama. Misalnya Anda mengerjakan shalat Dzuhur dan Ashar di waktu shalat Dzuhur. Mengerjakan shalat Maghrib dan Isya di waktu Maghrib.

Pengerjaannya tetaplah sesuai dengan urutannya, yaitu Dzuhur dulu kemudian salam baru kerjakan Ashar, Maghrib dulu kemudian salam barulah kerjakan Isya. Di sela-sela kedua shalat itu harus dikerjakan secara berturut-turut, tidak boleh diselingi dengan pembicaraan dunia. Seolah-olah keduanya adalah satu shalat.

Adapun niatnya sebagai berikut :

“Aku (sahajaku) shalat fardhu Dzuhur empat rekaat dijamak dengan Ashar dengan jamak takdim fardhu karena Allah Ta’ala”. Dan seperti juga yang lainnya.

Jamak Ta’khir

Sedangkan jamak ta’khir adalah melakukan shalat jamak di waktu shalat yang kedua. Mengerjakan shalat Dzuhur dan Ashar di waktu Ashar, shalat Maghrib dan Isya di waktu Isya.

Untuk jamak ta’khir, Anda diwajibkan meniatkan terlebih dahulu di waktu yang pertama bahwa Anda akan mengerjakan shalat jamak ta’khir. Sehingga Anda tidak terhitung sebagai orang yang melalaikan shalat.

Pengerjaannya semuanya sama seperti jamak taqdim. Shalat yang waktunya terdahulu haruslah didahulukan, meskipun dikerjakan di waktu yang lain. Dahulukan Shalat Dzuhur walaupun Anda melaksanakannya di waktu Ashar dan dahulukan Maghrib walaupun Anda mengerjakannya di waktu Isya.

Niatnya sebagai berikut :

“Aku (sahajaku) shalat fardhu Dzuhur empat rekaat dijamak dengan Ashar dengan jamak ta’khir fardhu karena Allah Ta’ala”. Dan seperti itu pula niat yang shalat jamak yang lainnya.

Bolehkan Mengerjakan Shalat Jamak dan Qashar Sekaligus?

Hal ini juga diperbolehkan, jika kita hanya memiliki waktu yang sedikit dalam perjalanan bersama orang banyak. Untuk aturan-aturannya sama seperti yang telah dijelaskan pada aturan qashar dan jamak.

Untuk niatnya, simak tulisan di bawah ini :

Sebagai contoh adalah shalah shalat Dzuhur dan Ashar.

“Aku (sahajaku) mengqashar shalat Dzuhur 2 rekaat dihimpunkan waktunya dengan Ashar sebagai jamak taqdim/ta’khir fardhu karena Allah Ta’ala.”

Baca juga : Syarat Sah Shalat yang Wajib diketahui oleh Semua Muslim

Demikian penjelasan kami tentang Shalat Jamak dan Qashar. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang bepergian jauh.

Leave a Reply