Rahasia Menghadapi Suami Kasar dan Pemarah

Menghadapi Suami Kasar

Menghadapi Suami Kasar – Semua istri, pastinya ingin memiliki seorang suami yang lembut dan penuh dengan kasih sayang. Tentunya tak satupun istri yang ingin memiliki suami berperangai kasar dan pemarah. Namun sayangnya, tidak semua istri punya nasib baik tersebut.

Ada kalanya, seorang istri harus merelakan nasibnya, karena memiliki suami yang kasar dan pemarah. Namun, apapun itu, tentunya tidak boleh menyesal dan menyalahkan nasib. Yang sebaiknya dilakukan adalah tetap bersabar dalamĀ  menghadapi sifat buruk tersebut.

Nah, untuk anda para istri yang ke betulan mempunyai suami yang pemarah, berikut ini kami bagikan tips bijak dalam menghadapinya.

Tips Menghadapi Suami Kasar dan Pemarah

  • Bersikap Tenang dan Sabar

Meskipun perkataan suami sangat kasar dan membuat sakit hati, usahakan untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing untuk membantahnya. Membantah perkataan suami yang sedang dikuasai amarah merupakan kesalahan besar. Belajarlah untuk menahan ego dan bersabar menghadapi kemarahan untuk mencegah pertengkaran semakin memanas. Dengan bersikap tenang dan sabar akan menciptakan citra istri yang lembut dan dapat mendinginkan emosi suami yang sedang meluap.

  • Dengarkan Alasan Kemarahan Suami

Jika kemarahan suami telah mereda, ajaklah dia berkomunikasi. Mendiamkan suami setelah kemarahannya berlarut-larut akan memperburuk keadaan. Bicarakan secara baik-baik duduk permasalahannya dan dengarkan penjelasan suami sampai habis. Mungkin suami sering marah karena merasa kurang diperhatikan dan didengarkan pendapatnya. Jangan menyela dan membantah penjelasannya, cukup dengarkan dengan penuh perhatian.

Menghadapi Suami Kasar
Menghadapi Suami Kasar
  • Jangan Pelit Meminta Maaf

Setelah mendengarkan penjelasan suami, mintalah maaf kepada sang suami meskipun bukan Bunda yang membuatnya begitu marah. Meminta maaf terlebih dahulu bukan berarti lemah kok, Bunda. Dalam hidup, ada tiga kata ajaib yang perlu dibiasakan yaitu tolong, minta maaf, dan terima kasih. Nah, meminta maaf adalah salah satu di antaranya.

Baca juga : Tips Agar Pernikahan Langgeng Harmonis dan Romantis Sepanjang Masa

  • Hindari Membahas Topik Sensitif

Jika permasalahan ekonomi keluarga yang memicu kemarahannya, maka hindari membahas topik keuangan keluarga untuk sementara waktu. Tunggu waktu yang tepat dan emosinya benar-benar stabil untuk membicarakannya kembali.

  • Ingatkan Kembali Komitmen Pernikahan

Ketika suasana hati suami sudah stabil kembali, ingatkan kembali tentang komitmen awal ketika memutuskan untuk menikah. Ingatkan kembali bahwa suami harus bisa menjadi pelindung dan teladan bagi keluarganya sehingga dia dapat mengurangi kebiasaan kasar dan pemarahnya tersebut.

  • Ajaklah ke Psikolog

Banyak alasan yang melatarbelakangi sikap pemarah seseorang, maka dari itu pahami terlebih dahulu mengenai amarah suami. Jika sikapnya tersebut terbentuk dari trauma masa kecilnya atau kesalahan didikan orang tua dan sekitar, sebaiknya bantulah suami mengatasinya. Ajaklah suami ke psikolog untuk mengatasi trauma atau tekanan masa lalunya agar mendapatkan saran atau treatment untuk mredakan amarahnya.

  • Bicarakan dengan Kedua Keluarga

Jika berbagai cara sudah Bunda lakukan untuk menghadapi emosi suami yang mudah meledak dan suka melakukan kekerasan, tetapi suami tak kunjung berubah ke arah yang lebih baik, langkah selanjutnya Bunda perlu membicarakannya dengan kedua keluarga besar. Pembicaraan antara kedua belah pihak ini bukan untuk saling menjelek-jelekkan, namun ajang untuk meminta saran dan jalan keluar terbaik.

  • Bercerai

Ketika telah membicarakan semuanya dengan keluarga besar tetapi tidak ada solusinya, jalan keluar yang terakhir adalah bercerai/talak. Tidak ada seorangpun yang bercita-cita untuk bercerai. Tetapi jika dengan bercerai dapat menyelamatkan masing-masing pihak, mungkin itulah keputusan terbaik. Jangan sampai ada korban kekerasan mental dan fisik yang lebih parah lagi, terutama jika sampai anak-anak yang menjadi korban.

Baca juga : Tips Menjadi Istri Bijaksana yang Menjadi Idaman Para Suami

Sebagai seorang istri idealnya harus memiliki sikap dalam menghadapi suami yang berperangai buruk, agar bisa berubah ke arah yang lebih baik. Semoga dengan menerapkan cara bijak menghadapi suami yang kasar dan pemarah diatas, keluarga anda bisa harmonis, dan selalu bahagia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.