Penyebab Ketuban Hijau saat Melahirkan dan Bahayanya untuk Janin

Buat bumil atau ibu hamil, pastinya sudah tak asing lagi dengan isitilah air ketuban. Ya, setiap wanita yang tengah mengandung atau hamil, pastinya sudah kenal dengan yang namanya air ketuban. Air ketuban ini berfungsi menjaga dan melindungi bayi dari getaran,  guncangan, dan gerakan lain yang bisa membahayakan si janin dan orang tuanya.

Air ketuban ini selain memiliki manfaat untuk melindungi bayi dari guncangan, ia juga berperan penting mencegah infeksi dimana dalam hal ini ia berfungsi sebagai bantalan janin di dalam kandungan. Tak hanya itu saja, air ketuban sendiri juga bermanfaat dalam perkembangan otak, pendengaran serta pembentukan paru-paru.

  • Tentang Warna Air Ketuban

Pada dasarnya, warna air ketuban adalah bening. Namun, dalam beberapa kasus air ketuban menjadi berwarna hijau. Hal ini tak lain karena sudah terjadi pencampuran antara zat lain dengan air ketuban itu sendiri.

Beberapa ahli kesehatan juga beranggapan bahwa kondisi ini merupakan keadaan stress bayi yang membuat bayi buang air besar (BAB) di dalam rahim. Padahal, normalnya bayi yang masih berada di dalam perut ibu belum bisa BAB  melainkan hanya buang air kecil.

Beberapa Tips Untuk Ibu Hamil Supaya Bayi Sehat

Beberapa Tips Untuk Ibu Hamil Supaya Bayi Sehat

Dari sini, para ahli pun terus melakukan penelitian dan akhirnya banyak yang menyimpulkan jika keadaan stress ini terjadi karena rendahnya asupan oksigen si bayi di dalam tubuh ataupun kurangnya suplai darah yang mengalir lewat plasenta.

Baca juga : Beberapa Tips Untuk Ibu Hamil Supaya Bayi Sehat

  • Penyebab dan Bahaya Air Ketuban Berwarna Hijau

Sebenarnya ada beberapa penyebab mengapa air ketuban yang semestinya bening berwarna hijau bahkan keruh. Salah satu penyebabnya yaitu karena infeksi. Infeksi ini sendiri bisa terjadi karena air ketuban yang pecah di dalam perut tidak segera ditangani atau dilakukan proses persalinan, sehingga pada beberapa kasus mengakibatkan sang bayi yang ada dalam kandungan mengalami gangguan.

Selain infeksi, air ketuban yang berwarna hijau bisa terjadi karena kehamilan yang melebihi batas waktu (lebih dari 42 minggu) dimana secara normal sudah harus melahirkan saat usia kandungan dikisaran 37 hingga 42 minggu. Saat masa kehamilan melebihi waktu normal persalinan, plasenta akan menjadi lebih tua dan tidak akan berfungsi dengan baik. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan pasokan oksigen pada bayi berkurang dan berakibat meningkatnya resiko ketuban pecah dini dan berwana hijau keruh.

  • Cara Mengatasi Air Ketuban Berwarna Hijau

Salah satu solusi agar ibu hami tidak mengalami hal-hal menakutkan seperti di atas, maka sebaiknya dilakukan pencegahan sedini mungkin sebelum semuanya terlambat yaitu dengan sering mengkonsumsi air dari buah kelapa muda.

Baca juga : Obat-obatan yang Tidak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Mengapa harus air kelapa muda? Karena berdasarkan beberapa penelitian yang sudah diketahui sejak lama, air kelapa muda memiliki kandungan nutrisi berupa elektrolit serta khasiat baik untuk tubuh yang mampu menjaga kestabilan air ketuban dan membersihkan rahim.

Leave a Reply