Penyebab Bayi Baru Lahir Berwarna Kuning dan Cara Mengatasinya

Salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan baru adalah kelahiran buah hati mereka. Yup, itu sudah pasti. Karenanya, tak heran banyak pasangan yang merasa cemas bahkan panik jika melihat ada sesuatu yang tidak wajar dengan bayinya.  Dan salah satu diantara kecemasan yang kerap melanda tersebut adalah saat didapati kulit buah hatinya tersebut berubah warna menjadi kuning.

Sebenarnya kondisi kulit berwarna kuning merupakan hal yang umum pada bayi baru lahir. Meskipun wajar, tapi ada beberapa kondisi penyakit kuning yang dianggap patologis atau tidak normal sehingga memerlukan penanganan medis dengan segera.

  • Definisi Penyakit Kuning pada Bayi

Banyak orang mungkin sering mendengar istilah penyakit kuning, namun sebagian masih ada yang belum tahu secara pasti penyakit kuning yang biasa menimpa bayi baru lahir. Padahal hal ini penting sekali untuk diketahui setiap orang tua khususnya oleh mereka pasangan baru yang sedang menyambut kelahiran anak pertama.

Jadi, penyakit kuning ini adalah suatu penyakit dimana terjadi penimbunan bilirubin yang terdapat dalam darah bayi bayi baru lahir. Bilirubin sendiri merupakan komponen di dalam sel darah merah yang jika jumlahnya berlebih bisa menimbulkan penyakit kuning dengan ciri-ciri umum mata dan kulit bayi berwarna kuning.

Jika normal, tanda-tanda kuning ini akan hilang setelah 2-5 hari bayi dilahirkan. Namun yang sudah tergolong parah,  tanda penyakit kuning bisa saja muncul hingga lebih dari  seminggu.

Baca juga : Cara Terbaik dalam Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Penyebab Bayi Baru Lahir Berwarna Kuning dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Baru Lahir Berwarna Kuning dan Cara Mengatasinya

  • Penyebab Bayi Baru Lahir Berwarna Kunig

Penyebab warna kuning pada kulit bayi ada yang sifatnya fisologis atau normal, namun ada juga yang tidak normal. Salah satu penyebab bayi berwana kuning yang paling umum adalah pigmen kuning. Pigmen kuning ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah bilirubin.  Adanya bilirubin terjadi karena sel-sel darah merah yang ada dalam tubuh bayi sewaktu lahir pecah. sel darah merah ini dalam jangka waktu tertentu akan mengurai menjadi bilirubin.

Dalam keadaan normal, organ yang memiliki fungsi untuk menguraikan bilirubin adalah hati. Saat masih dalam kandungan, yang bertugas sebagai pengurai bilirubin  adalah ibunya. Namun saat bayi lahir, dia sendiri yang harus bertanggung jawab mengatasi hal ini.

Sayangnya, saat baru lahir perkembangan hati bayi belum sempurna sehingga belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Hal inilah yang membuat penumpukan bilirubin di dalam tubuh bayi dan pada akhirnya membuat kulit bayi berwarna kuning.

Selain pigmen bilirubin yang meningkat, penyakit kuning juga bisa timbul karena beberapa alasan lain seperti infeksi bakteri, asupan enzim G6PD yang kurang, organ hati yang belum matang, kerusakan hati, serta darah yang tidak cocok antara sang ibu dan anak.

Baca juga : Cara Mengatasi Demam Pada Bayi

  • Cara Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Untuk mengatasi penyakit kuning, khususnya penyakit kuning yang bersifat patologis, sebaiknya ibu menyusui bayinya lebih sering. Karena asupan ASI pada bayi bisa meningkatkan sistem imun pada bayi. Tugas sistem imun ini adalah membentengi sel-sel otak terhadap serangan bilirubin yang tinggi. Selain pemberian ASI, mengikuti saran-saran dari ahli kesehatan seperti menjemur bayi dan terapi sinar dengan fototerapi juga merupakan tindakan yang tepat.

Leave a Reply