Pengertian Zakat Fitrah dan Ketentuannya

0
30

Pengertian Zakat Fitrah dan Ketentuannya – Bulan suci Ramadhan, merupakan bulan yang paling ditunggu kedatangannya oleh umat muslim di seluruh dunia. Di bulan yang penuh berkah itu, umat muslim akan berpuasa penuh satu bulan lamanya. Bulan ini sangat istimewa karena tiap amal ibadah yang dikerjakan akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Tidak hanya berpuasa, ibadah lain yang wajib dilakukan ketika bulan Ramadhan adalah membayar Zakat Fitrah, tepatnya saat hari akhir bulan ramadhan.

Nah, terkait hal tersebut, dibawah ini kami akan kupas informasi tentang pengertian zakat fitrah dan ketentuannya. Yuk silahkan disimak.

  • Pengertian Zakat Fitrah

Fitrah berasal dari bahasa arab yang berarti suci dan bersih. Zakat fitrah sendiri diartikan sebagai pemberian yang menyucikan harta. Kenapa begitu? setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain di dalamnya. Untuk itu, umat muslim dimanapun berada harus mengeluarkan zakat ini penghujung bulan ramadhan baik itu orang tua, laki laki maupaun perempuan, sehat atau sakit, merdeka atau budak, anak kecil maupun orang yang sudah dewasa.

Pengertian Zakat Fitrah dan Ketentuannya
  • Syarat Membayar Zakat Fitrah
  1. Orang Islam, orang yang tidak islam, belum mengucapkan 2 kalimat syahadat dan orang yang keluar dari islam tidak wajib membayar zakat fitrah.
  2. Dilakukan pada ketentuan, rukun dan waktunya.
  3. Memiliki harta yang berlebih untuk dirinya dan keluarganya. Jika menganggap dirinya dan keluarganya masih kekurangan, maka tidak wajib membayar zakat fitrah.

Baca juga : Hal – Hal yang Membatalkan Puasa

  • Rukun Zakat Fitrah

Berikut rukun – rukut dari membayar zakat fitrah :

  1. Niat zakat fitrah. Niat boleh dilakukan oleh kepala keluarga (yang mencari nafkah) atau dilakukan oleh pribadi yang berzakat jika mampu. Untuk anak anak, biasanya yang meniatkan adalah orang tuanya. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa niat zakat fitrah harus diucapkan sambil menyentuh beras / zakat yang diserahkan. Namun hal ini tidak harus dilakukan, yang utama adalah melafalkan niat.

Niat zakat fitrah adalah sebagai berikut :

“ Nawaitu an uhrijazzakatil fitri ana wa an jami i ma yalzamuni nafqu syiar a’an fardholillahi ta’ala”

  1. Muzakki atau orang yang memberi zakat / orang yang membayar zakat.
  2. Mustahiq atau orang yang menerima zakat.
  3. Barang yang dizakatkan. Barang yang dizakatkan biasanya berupa makanan pokok kebutuhan sehari hari seperti beras, gandun=m, jagung dan sebagainya.
  • Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
  1. Waktu Wajib, yakni pada 15 hari terakhir bulan ramadhan.
  2. Waktu sunnah, yakni setelah ashar hari terakhir ramadhan hingga sebelum sholat ied esok harinya.
  3. Waktu makruh, yakni setelah sholat ied hingga matahri terbenam (maghrib).
  4. Waktu Haram, yakni setelah matahari terbenam hari pertama idul fitri.
  • Ketentuan besarnya Zakat Fitrah yang dikeluarkan

Besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan setiap orang adalah sebesar satu sha’. Jika dihitung menggunakan takaran beras maka besarannya sekitar 2,5 kg. Jika tidak bisa membayar menggunakan beras, maka harus mengeluarkan bahan pokok lain yang seharga 2,5 kg beras. Para ulama’ menyebutkan bahwa lebih baik menggenapkan hitungan zakat fitrah menjadi 3 kg beras agar tidak ada harta kotor yang masih dibawa oleh manusia.

  • Golongan yang Berhak Menerima Zakat
  1. Orang Fakir
  2. Orang Miskin
  3. Amil Zakat
  4. Mualaf
  5. Budak / Hamba Sahaya
  6. Orang yang berhutang
  7. Orang yang sedang dalam perjalanan
  8. Orang yang berperang dijalan Allah

Baca juga : Syarat Sah dan Rukun Puasa Ramadhan

Nah itulah diatas ulasan lengkap mengenai Pengertian Zakat Fitrah dan Ketentuannya. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.