LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Pengertian Persekusi dan Contoh Kasus Persekusi

Dizaman sekarang ini, banyak sekali terjadi kasus persekusi, terbukti dengan banyaknya pemberitaan baik dari media televisi maupun internet, mengenai kasus tersebut. Perlu diketahui, kasus persekusi bisa dikatakan mirip dengan kasus main hakim sendiri. Yang pastinya, hal tersebut sangat tidak baik, dan tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dinegara kita.

Lantas, tahukah anda apa yang dimaksud persekusi, dan seperti apa contoh kasusnya? Nah, untuk informasi selengkapnya silahkan simak ulasan yang telah kami rangkum berikut ini.

  • Pengertian Persekusi

Untuk anda yang belum tahu, pengertian persekusi ialah, suatu tindakan yang dilakukan sewenang-wenang oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya yang dipicu oleh rasa sakit hati atau karena hal lainnya. Sebuah kasus digolongkan tindakan persekusi terdapat penderitaan berat yang harus ditanggung oleh korbannya tersebut.

Ada berbagai macam pemicu tindakan persekusi ini. Namun, yang sering menjadi pemicunya yaitu sosial media. Di era yang sudah makin canggih dan modern ini, kebanyakan kasus persekusi terjadi karena adanya status-status yang menghina atau merendahkan suatu kelompok atau individu baik itu disengaja maupun tidak.

Pengertian Persekusi

Pengertian Persekusi

Meskipun seseorang itu tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan orang atau kelompok tertentu lainnya, tetap saja hal ini dapat memicu adanya tindakan persekusi. Apalagi, jika hal yang dibahas mengenai pAndangan politik, agam, dan juga suku.

Ketiga hal tersebut sangatlah riskan untuk dijadikan sebagai bahan cAndaan atau cibiran. Bisa saja, Anda salah menyebutkan sesuatu dan Anda sendiri menjadi korban atas tindakan persekusi tersebut.

Baca juga : Apa yang Dimaksud Pendidikan Karakter, Apa Manfaatnya?

Meskipun Anda tidak memiliki maksud untuk menghina atau mengejek suatu individu atau kelompok, ada baiknya jika Anda tidak memostingnya. Pikirkanlah baik-baik apa yang ingin Anda posting ke sosial media. Jika Anda ragu untuk memostingnya, lebih baik urungkan niat Anda daripada nantinya malah memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

Anda perlu berhati-hati ketika ingin memosting sebuah status di sosial media yang Anda miliki. Apalagi, dizaman sekarang ini, jika Anda mengunggah sebuah status entah itu hanya berbentuk tulisan, foto, maupun video, status Anda bisa menjadi viral. Ketika sudah menjadi viral, banyak orang yang dapat menemukan keberadaan Anda dengan mudah. Untuk itu, bijaksanalah ketika ingin menggunakan sosial media untuk memosting sebuah status.

  • Contoh Kasus Persekusi

Ada suatu kasus dimana korban merupakan remaja yang berusia 15 tahun dan seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Solok.

Kejadian itu berawal dari sosial media. Remaja itu secara sengaja mengunggah status yang dianggap telah menghina suatu ormas beserta pemimpinnya. Nah, tak lama setelah Ia mengunggah statusnya, tersebar video yang menunjukkan bahwa remaja itu sedang dikerumuni oleh orang-orang yang mengaku berasal dari ormas tersebut. Disitu, Ia di interogasi mengenai apa maksud dari unggahan status di sosial medianya beberapa waktu lalu.

Sedangkan, dokter yang juga menjadi korban atas tindakan persekusi ini hanyalah menanggapai berita kasus suatu ormas. Ia mengunggah tanggapan itu dalam tiga status yang berbeda. Lalu, selang beberapa hari berikutnya, Ia juga didatangi oleh beberapa orang ketika sedang bersama kedua anaknya didalam mobil.

Walaupun Ia hanya menanggapi suatu berita kasus, Ia menjadi korban dari tindakan persekusi tersebut. Jika menanggapi suatu berita saja bisa menjadi korban, apalagi mereka yang sengaja mengunggah status yang menghina atau hal semacamnya?

Baca juga : Pengertian Dekadensi Moral Serta Cara Mengatasinya

Nah, sekarang sudah paham kan apa pengertian persekusi, dan contoh-contohnya? Saran kami, jika Anda tidak ingin hal ini terjadi pada Anda, lebih baik Anda tidak usah ikut campur ataupun menanggapi hal-hal yang seperti itu. Ada baiknya jika Anda diam dan ikuti saja perkembangannya. Jika memang ada yang ingin disampaikan, ada baiknya tidak disampaikan lewat sosial media.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.