LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Pengertian Obligasi Syariah Perbedaannya dengan Obligasi Konvensional

Obligasi Syariah walaupun sama-sama bernama obligasi, namun dalam ekonomi syariah dan konvensional, obligasi memiliki pengertian dan prinsip yang sangat jauh berbeda. Obligasi dalam sistem ekonomi syariah ini ditetapkan untuk menjadi wadah investasi di pasar modal syariah yang tentunya lebih aman dan bebas dari riba.

Nah, untuk Anda yang ingin tahu lebih lanjut, mengenai prinsip obligasi syariah serta perbedaannya dengan obligasi konvensional, berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Obligasi Konvensional

Obligasi dalam sistem ekonomi konvensional adalah surat berharga yang menjadi instrumen hutang bagi perusahaan agar mendapatkan modal. Dengan kata lain, obligasi diterbitkan kepada calon investor agar mau memberikan pinjaman modal kepada sebuah perusahaan (pihak penerbit obligasi).

Dalam sistem ekonomi konvensional, pemegang obligasi mendapatkan keuntungan melalui bunga pinjaman yang diperolehnya dari perusahaan tempatnya berinvestasi. Surat obligasi ini biasanya diterbitkan oleh bank selaku investor bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.

Pengertian Obligasi Syariah serta Perbedaannya dengan Obligasi Konvensional

Pengertian Obligasi Syariah serta Perbedaannya dengan Obligasi Konvensional

Pengertian Obligasi Syariah

Semakin meningkatnya kesadaran akan sistem ekonomi syariah di Indonesia kemudian memunculkan berbagai produk perbankan baru yang bisa menjadi sarana untuk usaha dengan sistem syariah.

Baca juga : Macam-Macam Riba Menurut Ilmu Fiqh yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Salah satu produk tersebut adalah obligasi syariah yang tentunya dikeluarkan oleh bank syariah. Obligasi syariah sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah surat berharga jangka panjang yang dikeluarkan emiten (pihak yang membutuhkan modal) kepada pihak pemegang obligasi syariah dengan ketentuan bahwa pihak emiten harus membayar kembali dana obligasi dan bagi hasil usahanya kepada pemegang obligasi.

Obligasi syariah ini merupakan sertifita atau bukti kepemilkan dalam obligasi yang punya nilai sama berharganya dengan obligasi konvensional. Obligasi syariah juga berbasis aset sehingga ternyata merupakan salah satu bentuk investasi yang jauh lebih aman.

Prinsip-Prinsip Obligasi Syariah

Ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam obligasi syariah yaitu :

  • Pembiayaan obligasi hanya untuk satu kali transaksi dan harus dibukukan secara terpisah agar diketahui manfaat yang telah dihasilkan.
  • Hasil keuntungan yang diperoleh pemilik obligasi hanya berasal dari dana obligasi yang telah disetorkan dan bukan dari sumber lainnya.
  • Pihak emiten tidak dibolehkan memberikan jaminan hasil usaha.
  • Obligasi tidak dibolehkan untuk membayar hutang yang sebelumnya sudah ada.
  • Ada akad qisas yang bisa digunakan agar pemilk dana tidak menderita kerugian karena usaha tersebut.
  • Pemilik dana berhak mendapatkan bagi hasil dari pendapatan yang dipeeroleh.
  • Obligasi bisa dijual kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Jumlah hutang tidak akan berubah meskipun terjadi perubahan harga pasar.

Perbedaan Obligasi Syariah dengan Konvensional

Ada 3 perbedaan mendasar antara obligasi syariah dan konvensional yaitu :

  1. Orientasi atau Tujuan

Tujuan adanya obligasi konvensional adalah mengejar keuntungan semata dengan menginvestasikan modal yang dimiliki dan memperoleh bunga pinjaman dari pihak emiten. Sedangkan pada obligasi syariah, walaupun juga terdapat keuntungan, namun tidak diperoleh dengan cara yang haram.

  1. Sumber keuntungan

Sistem bunga/riba juga sangat dilarang dalam obligasi syariah. Sehingga keuntungan pihak pemilik obligasi hanya berasal dari sistem bagi hasil usaha. Sedangkan dalam obligasi konvensional, sistem bunga pinjaman adalah sumber pemasukan yang utama.

  1. Sistem Transaksi

Dalam obligasi syariah, semua transaksi yang terjadi ditetapkan dalam sistem akad, misalnya mudarabah, musyarakah, murabahah, salam, ijarah, dan istisna. Dana yang dikumpulkan dalam obligasi syariah tidak bisa digunakan untuk investasi di pasar modal ataupun spekulasi bursa saham. Sedangkan obligasi konvensional tidak mengenal sistem akad.

Baca juga : Pengertian Pasar Modal Syariah dan Segala Manfaatnya

Itulah diatas penjelasan terkait perbedaan obligasi syariah dengan kovensional yang bisa sebaiknya Anda ketahui dan pahami, khususnya untuk Anda kaum muslim.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.