LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Pengertian Haji dan Rukun Haji

KeluargaSamawa.com – Bagi umat muslim, berangkat haji merupakan suatu impian. Karena seperti yang kita tahu haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan bagi yang mampu. Nah, berbicara mengenai haji tentu Anda harus mengetahui terkait Pengertian Haji dan Rukun Haji. Untuk itu, berikut telah kami rangkum penjelasan selengkapnya.

  • Pengertian Haji

Menurut bahasa, haji ini bisa diartikan sebagai al qasdu atau niat. Sedangkan jika menurut istilah, haji merupakan niat untuk menuju ke baitullah dengan disertai oleh beberapa amal khusus. Haji juga bisa diartikan sebagai kegiatan mengunjungi ka’bah atau baitullah yang ada di Makkah untuk melakukan ibadah tertentu dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.

Selain puasa ramadhan, ibadah haji juga merupakan ritual tahunan yang dilakukan oleh umat muslim yang mampu baik itu dari segi materi, fisik maupun ilmunya dengan cara berkunjung ke beberapa tempat yang ada di Arab Saudi untuk melaksanakan beberapa kegiatan ibadah di waktu tertentu.

Nah, tempat tertentu yang dimaksudkan dalam ibadah ini selain ka’bah adalah mas’a atau tempat sa’i, padang Arafah atau tempat untuk wukuf, Muzdalifah atau tempat untuk bermalam serta Mina untuk melempar jumroh.

Adapun mengenai waktu tertentunya adalah bulan Dzulhijjah, dimana kegiatan intinya dimulai tanggal 8 Dzulhijjah dengan bermalam di Mina, tanggal 9 Dzulhijjah dengan wukuf di Padang Arafah dan 10 Dzulhijjah dengan melempar jumroh.

Baca juga : Keutamaan Bulan Dzulhijjah bagi Umat Muslim

Pengertian Haji dan Rukun Haji

Pengertian Haji dan Rukun Haji

  • Rukun Haji

Rukun haji ini merupakan perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji, dimana rukun ini tidak boleh ditinggalkan serta tidak bisa diganti dengan denda ataupun yang lainnya. Karena sifatnya adalah wajib dilakukan, otomatis jika seseorang meninggalkan salah satunya, maka ibadah hajinya tersebut tidak sah.

Urutan dari rukun haji ini adalah ihram, kemudian wukuf, kemudian tawaf ifadah, kemudian sa’i, kemudian tahallul dan yang terakhir adalah tertib. Sedangkan mengenai penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Ihram

Ihram merupakan niat untuk mengerjakan ibadah haji dengan memakai pakaian ihram. Pakaian ihram adalah pakaian yang warnanya putih, tanpa motif apapun serta tidak dijahit bagi laki-laki.

  1. Wukuf

Wukuf berarti berhenti, maksudnya adalah menghadirkan diri di Padang Arafah, dimana saat berada di sini, jamaah haji tidak diperkenankan untuk keluar dari batas wilayah yang telah ditentukan

  1. Thawaf

Thawaf adalah mengelilingi ka’bah hingga 7 kali putaran, dengan dimulai dari garis atau arah yang sejajar dengan hajar aswad dan diakhiri di garis atau arah yang sejajar dengan hajar aswad pula.

  1. Sa’i

Sa’i merupakan berjalan dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwah, dan dilakukan sebanyak 7 kali bolak-balik.

  1. Tahallul

Tahallul adalah keadaan dimana jamaah haji diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya sudah dilarang saat berihram, dimana tahallul ini ditandai dengan memotong rambut minimal 3 helai.

  1. Tertib

Tertib yang dimaksudkan di sini adalah mengerjakan semua rukun haji yang sudah disebutkan di atas sesuai dengan urutannya serta tidak bolah ada yang dilewatkan.

Baca juga : Manfaat dan Keutamaan Berkurban Idul Adha

Nah, itulah ulasan mengenai pengertian haji dan rukun haji, semoga bisa menjadi  referensi bagi yang membutuhkan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.