Ini Pandangan Islam Tentang Pernikahan Dini

Menikah adalah sunah para nabi yang wajib untuk diteladani. Dalam islam, menikah bukan hanya untuk mengendalikan syahwat dan menyatukan perasaan cinta serta kasih sayang sepasang kekasih. Lebih dari itu, menikah adalah suatu ibadah kepada Allah SWT. Karena, menikah dapat melindungi seseorang dari perbuatan maksiat dan menjadikan seseorang lebih terjaga keimanannya.

Dari zaman terdahulu sampai sekarang, pernikahan dini merupakan fenomena yang hangat untuk diperbincangkan. Namun, seiring kemajuan zaman, pandangan masyarakat tentang pernikahan dini menjadi berubah. Sebagai agama fitrah, bagaimana islam dalam memandang pernikahan dini? Banyak yang mengatakan bahwa pernikahan dini dianjurkan bagi mereka yang ingin lebih menjaga pandangan dan kemaluan. Menikah muda juga dapat membuka pintu rezeki lebih lebar.

Ini Pandangan Islam Tentang Pernikahan Dini

Ini Pandangan Islam Tentang Pernikahan Dini

Benarkah demikian? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simaklah ulasan-ulasan di bawah ini mengenai pandangan islam tentang pernikahan dini.

Anjuran Menikah dalam Islam

Menikah adalah tanda kekuasaan Allah SWT dan wujud ketaatan seorang muslim terhadap Allah SWT untuk menyempurnakan agamanya. Allah berfirman dalam Q.S An-Nisaa’:3: “Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi, dua, tiga, atau empat. Kemudian, jika kamu takut untuk tidak dapat berbuat adil, maka (kawinilah) satu orang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.

Anjuran menikah juga terdapat dalam Q.S Ar-Rum (30):21. Allah berfirman: “Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Pernikahan Dini dalam Islam

Pernikahan dini berarti menikah di usia muda. Hukum menikah dini adalah sunnah tetapi menjadi wajib apabila sudah tidak mampu menahan hawa nafsu dan menjada kesuciannya. Dalam islam, ada 5 hukum menikah yaitu wajib, sunnah, makruh, mubah dan haram. Sebenarnya, islam tidak membatasi usia seseorang untuk menikah. Yang lebih ditekankan adalah kesiapan dan kesanggupan untuk membangun serta membina rumah tangga. Yang mengatur dan menetapkan usia seseorang boleh menikah adalah negara.

Apabila seorang pemuda dirasa telah mampu atau siap lahir dan batin untuk menikah, maka menikahlah di usia muda. Siap di sini tidak hanya siap untuk menikah tetapi juga siap menanggung segala resiko dan menghadapi segala masalah rumah tangga jika sudah menikah nantinya. Karena yang sangat dikhawatirkan dari pernikahan dini ini adalah perceraian. Sebab mereka yang menikah di usia dini masih memiliki tingkat emosi yang labil.

Baca juga : Ulasan Tahapan Pernikahan Dalam Islam

Jadi, pernikahan dini dalam islam boleh dilakukan apabila sudah mampu serta siap lahir dan batin untuk membangun sebuah rumah tangga. Justru dengan menikah dini, semuanya akan terasa lebih ringan dalam menjalani kehidupan. Karena Allah lebih meridhoi sepasang kekasih yang telah mempunyai ikatan halal dibandingkan dengan mereka yang hanya sekadar pacaran.

Leave a Reply