LiburanLiburan Asik !!

Macam – Macam Puasa dalam Islam

Pada hakikatnya puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta hawa nafsu, mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Dan perlu diketahui, dalam agama Islam, puasa itu ada beberapa macam. Apa saja?

Macam – Macam Puasa dalam Islam

  1. Puasa Wajib (Fardhu)

Puasa fardhu merupakan puasa yang ketika dilaksanakan akan memperoleh pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Perintah untuk berpuasa juga sudah di sebutkan dalam Al Qu’an surat Al- Baqarah Ayat 185. Beberapa contoh puasa wajib adalah sebagai berikut :

  • Puasa Ramadhan. Wajib dilakukan sebulan penuh, apabila ada dari puasa ramadhan tersebut batal, maka harus diganti dengan puasa di lain waktu.
  • Puasa Kafarat Pembunuhan Tidak sengaja. Dalam Quran Surat An – Nisa’ Ayat 92 disebutkan bahwa orang yang telah membunuh orang lain secara idak disengaja (Bukan keinginan / maksudnya) diwajibkan untuk berpuasa selama 2 bulan berturut turut dan juga membayar diyat.
  • Puasa Kafarat Sumpah. Ketika ada orang yang bersumpah atas nama Allah SWT ataupun kitabnya kemudian melanggar sumpahnya, orang tersebut harus membayar denda berupa :
  • Memberi makan 10 orang miskin sesuai dengan yang dimakannya
  • Memberi pakaian kepada 10 orang miskin sesuai yang digunakannya.
Macam – Macam Puasa dalam Islam
Macam – Macam Puasa dalam Islam

Apabila orang tersebut tidak mampuu, maka dwajibkan baginya untuk memlaksanakan puasa selam 3 hari penuh.

  • Puasa Kafarat Zhihar. Zhihar merupakan perbuatan dimana seorang suami menyamakan istrinya dengan ibunya misalnya dengan kalimat “punggungmu sama dengan punggung ibuku” maka haram baginya untuk menyentuh istrinya. Untuk itu, sang suami wajib untuk berpuasa dan tidak boleh mencampuri istrinya sebelum kafaratnya dibayar.
  • Puasa Nazar. Orang yang berjanji akan berpuasa sebagai sumpah atas dirinya, wajib melaksanakannya.
  • Puasa Qadha Ramadhan. Seperti telah disebutkan diatas, orang orang yang tidak melaksanakan puasa Ramadhan karena suatu hal wajib untuk membayar uasanya dilain hari diluar bulan Ramadhan.
  • Puasa Dam (denda) atas perbuatan yang dilakukan selama berhaji.
  1. Puasa Sunnah

Puasa sunnah merupakan puasa yang apabila dilakukan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan tidak akan mendapat apa apa. Puasa sunnah biasanya diajarkan oleh para nabi untuk mendapatkan keberkahan. Beberapa contoh dari puasa sunnah adalah :

  • Puasa Senin Kamis. Puasa senin kamis dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena pada hari tersebut amalan manusia akan dilihat, untuk itu alangkah lebih baiknya jika umat muslim berpuasa di hari tersebut.
  • Puasa Tasu’a dam Asyura. Kedua puasa ini dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Sebenarnya, puasa yang diajarkan hanya puasa Asyura, namun karena umat yahudi dan nasrani juga berpuasa di tanggal tersebut, umat islam memutuskan untuk berpuasa Tasu’a sebagai pembedanya.
  • Puasa Ayamul Bidh. Puasa 3 hari di pertengahan bulan yakni tanggal 13, 14 dan 15.
  • Puasa Daud. Satu hari puasa, satu hari tidak dan dilakukan berulang ulang.
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah).

Baca juga : Hikmah dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

  1. Puasa Makruh

Puasa makruh merupakan puasa yang apabila dilakukan tidak mendapat apa apa dan apabila ditinggalkan akan mendapat pahala. Beberapa contohnya adalah :

  • Puasa Sepanjang Masa.
  • Puasa satu bulan penuh di bulan Rajab
  • Puasa pada hari Jum’at. Kecuali jika sebelumnya atau setelahnya akan berpuasa, misalnya saat puasa Ayamul Bidh atau puasa Daud.
  • Puasa pada hari sabtu.
  1. Puasa Haram

Puasa Haram adalah puasa yang apalbila dilakukan mendapatkan dosa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Contoh dari puasa haram adalah :

  • Puasa pada hari raya
  • Puasa pada hari Tasyrik. Hari Ta syrik adalah 3 hari setelah hari raya idul adha.
  • Puasanya Istri yang belum mendapat izin dari suami
  • Puasa sunnah yan merugikan orang lain

Baca juga : Tips Menjalankan Puasa Sambil Traveling

Demikian tadi penjelasan lengkap mengenai macam – macam puasa dalam agama Islam. Sebagai umat islam, tentunya kita harus mengamalkan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan sesuatu yang buruk, untuk mendapatkan ridhoNya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.