Kelola Keuangan Secara Islami Lebih Menguntungkan dan Menentramkan

Mengelola keuangan rumah tangga bukanlah perkara mudah apalagi bagi pasangan muda yang baru menikah. Namun, juga bukan hal yang sulit untuk dicari jalan keluarnya. Dalam mengelola keuangan rumah tangga diperlukan ketelitian serta kecerdasan. Sebab, masalah keuangan dapat memengaruhi terciptanya sebuah keluarga yang sakinah, mawadah serta warahmah.

Agar keuangan keluarga anda terkelola dengan baik, berikut ini adalah beberapa tips mengelola keuangan rumah tangga secara islam yang sebaiknya Anda terapkan.

  1. Membuat prioritas keuangan

Cara mengelola keuangan dalam islam yaitu dengan membuat prioritas keuangan keluarga. Sebaiknya anda membuat dokumen finansial untuk prioritas keuangan keluarga. Hal ini bertujuan untuk melakukan review keuangan keluarga anda terencana dengan jelas terpantau dan dapat dievaluasi antara pemasukan dan pengeluarannya.

Beberapa prioritas keuangan dalam islam yaitu zakat, tabungan, hutang dan belanja kebutuhan rumah tangga. Dalam islam memang  ada aturan untuk mengeluarkan zakat atau sedekah, yang mana zakat tersebut berguna untuk menjaga ekonomi keluarga agar menjadi seimbang.

Kelola Keuangan Secara Islami Lebih Menguntungkan dan Menentramkan

Kelola Keuangan Secara Islami Lebih Menguntungkan dan Menentramkan

  1. Mengelola keuangan dengan membuat tujuan keuangan keluarga

Mengelola keuangan secara islam harus menentukan tujuan kebutuhan yang spesifik supaya keuangan terencana dengan baik. Beberapa tujuan untuk kebutuhan keluarga yang harus dipahami yaitu:

-Tujuan keuangan untuk kebutuhan jangka pendek

Kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dalam keseharian rumah tangga yaitu seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Pengeluaran untuk kebutuhan jangka pendek ini perlu dilakukan supaya hidup keluarga anda sejahtera.

-Tujuan keuangan untuk kebutuhan jangka panjang

Tujuan keuangan jangka panjang yaitu seperti dana pendidikan untuk anak di masa depan, dana investasi, dana pensiun, dana untuk keperluan yang darurat dan sebagainya. Dengan adanya tujuan jangka panjang dalam keuangan keluarga, maka keluarga anda akan lebih bersiap diri ketika sewaktu-waktu menghadapi masalah yang tidak diinginkan serta dapat mempertimbangkan pengeluaran keuangan yang tidak hanya habis digunakan untuk masa kini.

Baca juga : Tips Hemat Anggaran Bulanan Keluarga Samawa

  1. Mengelola keuangan secara hemat dengan gaya hidup sederhana

Hidup sederhana bukan berarti miskin melainkan membatasi diri untuk tidak hidup yang berlebihan. Rasulullah saw juga mengajarkan umatnya agar dapat hidup sederhana. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam ayat Q.S Al A’raf:31 dan QS Al An’am : 141 yang artinya:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S Al A’raf:31)

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS Al An’am : 141)

Dari kedua ayat tersebut, umat islam dilarang untuk hidup yang berlebih-lebihan dan menyimpan harta kekayaan sendiri karena dalam islam harta kekayaan yang dimiliki juga harus dibagikan untuk orang lain yang membutuhkan.

Baca juga : Tips Jitu Menumbuhkan Rasa Ikhlas

  1. Mengelola keuangan dengan menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran

Dalam mengelola keuangan rumah tangga, seorang istri tidak boleh membebani suami dengan kebutuhan atau dana di luar kemampuan. Istri harus mengatur keuangan seefisien mungkin sesuai dengan skala prioritas dan sesuai pula dengan penghasilan suami. Dalam islam, setiap pengeluaran atau hasil usaha dikeluarkan untuk hal-hal yang dibutuhkan dan bermanfaat. Jadi, antara pendapatan dan pengeluaran dapat seimbang.

Leave a Reply