LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Inilah Hukum serta Contoh Riba dalam Sewa Menyewa Wajib Diketahui

Islam sudah dengan tegas menjelaskan bahwa riba adalah haram dan merupakan sebuah dosa besar. Namun riba ini ternyata sangat luas dan bisa muncul dalam berbagai kegiatan ekonomi, bukan hanya dalam masalah hutang piutang saja. Salah satu kegiatan ekonomi yang ternyata rawan dengan unsur riba adalah sewa menyewa. Nah, untuk Anda yang belum mengerti/paham, terkait hukum dan contoh riba dalam sewa menyewa, maka silahkan simak berikut ini.

Pengertian Transaksi Sewa Menyewa

Seperti kita tahu, bahwa transaksi sewa menyewa ini merupakan sebuah bentuk kegiatan dimana salah satu pihak, pemilik barang menyewakan suatu jenis barang atau obyek kepada pihak penyewa dengan syarat dan ketentuan tertentu. Dan ada 5 rukun sewa menyewa dalam Islam yang wajib dipahami. Diantaranya :

  • Pemilik barang
  • Penyewa
  • Obyek barang/jasa yang disewakan.
  • Harga sewa
  • Ijab qabul

Transaksi sewa menyewa dalam Islam pada dasarnya tidak dilarang. Sewa menyewa sendiri dalam Islam dipandang sama dengan transaksi jual beli, namun hal yang diperjualbelikan dalam sewa menyewa adalah manfaat barang dan bukan kepemilikan barang tersebut. Dengan begitu semua hukum yaang mengatur jual beli dalam Islam juga berlaku dalam transaksi sewa menyewa.

Inilah Hukum serta Contoh Riba dalam Sewa Menyewa yang Wajib Diketahui

Inilah Hukum serta Contoh Riba dalam Sewa Menyewa yang Wajib Diketahui

Transaksi yang Halal dalam Sewa Menyewa

Sesungguhnya sewa menyewa adalah transaksi yang dibolehkan dalam Islam asalkan terbebas dari unsur haram dan riba. Berbagai bentuk transaksi sewa menyewa yang dianggap sah dalam Islam diantaranya adalah :

  • Transaksi antara 2 pihak yang telah baligh untuk sewa menyewa obyek/barang/jasa tertentu.
  • Sewa menyewa pararel, dimana misalkan pihak A menyewakan gedung kepada pihak B. Pada masa sewanya, pihak B kemudian menyewakan lagi gedung tersebut kepada pihak C dengan harga yang berbeda, namun tetap dalam batasan kurun waktu sesuai perjanjian awal dengan pihak A.

Contoh-contoh Riba dalam Sewa Menyewa

Riba menurut bahasa adalah ziyadah atau tambahan. Riba ini bisa berbentuk adanya tambahan biaya (bunga) dalam sebuah pinjaman. Ada beberapa jenis riba dalam sewa menyewa yang harus Anda hindari, diantaranya adalah :

  1. Riba Nasi’ah

Riba nasi’ah dalam sewa menyewa bisa terjadi ketika pihak penyewa terlambat mengembalikan barang/obyek yang disewanya. Kemudian pihak yang menyewakan mengharuskan pihak penyewa untuk membayar biaya tambahan/bunga keterlambatan tersebut dalam jumlah tertentu atau sesuai dengan waktu keterlambatan yang semakin lama akan semakin besar. Maksudnya disini adalah riba jika ada bunga keterlambatan.

  1. Riba Fahdl

Riba fahdl adalah bentuk riba dimana tejadi pertukaran antar barang sejenis yang takarannya tidak sama. Dalam kasus sewa menyewa, ternyata juga bisa muncul riba jenis fahdl.

Riba fahdl dalam sewa menyewa ini bisa muncul dalam beberapa bentuk seperti :

  • Pihak pemberi sewa yang menyewakan barang berstatus bekas tetap dengan harga baru. Kita bisa menjumpai jenis riba ini dalam kegiatan sewa menyewa seperti mobil, alat elektronik, dan sebagainya. Biasanya pihak pemberi sewa akan menetapkan harga sewa barang-barang tersebut sesuai dengan harga baru, meskipun seiring waktu barang tersebut sudah bukan barang baru lagi.
  • Pihak pemberi sewa yang menyewakan barang dengan spesifikasi atau standar seperti yang telah ia janjikan sebelumnya kepada pihak penyewa. Riba jenis ini bisa dengan mudah ditemukan ketika kita menyewa alat, bangunan, dan sebagainya yang spesifikasinya ternyata tidak sama dengan yang dijanjikan oleh pihak pemberi sewa.

Baca juga : Pengertian Pasar Modal Syariah dan Segala Manfaatnya

Alloh sendiri telah menegaskan bahwa hukum riba adalah dosa besar. Alloh bahkan berfirman bahwa jual beli adalah halal sedangkan riba adalah haram.

Itulah hukum riba dan contoh-contoh riba dalam sewa menyewa. Semoga kita semua terhindar dari dosa riba ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.