LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Ingin Tahu Apa Saja Peran Keluarga untuk Anak? Simak 5 Hal yang Mempengaruhi Kepribadian

Peran keluarga untuk anak memang tidak bisa dipungkiri lagi betapa pentingnya itu, sebab tempat pertama kali anak tumbuh dan berkembang adalah dengan menyaksikan keluarga. Sehingga, proses pertumbuhan kepribadian dan karakter akan diawali dari mereka.

mendidik anak

Tidak sedikit faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang kepribadian anak, apalagi faktor yang berasal dari orang tua. Orang tua merupakan peranan paling penting dalam proses tersebut, sebab keduanyalah yang memberikan arahan serta mendidik si Anak semasa dininya.

Adapun peran keluarga untuk anak yang bisa Anda perhatikan, disini terdapat 5 hal yang penting dan perlu Anda terapkan dengan baik agar mampu membangun kepribadian si Anak secara baik.

Baca juga : Tips mengembangkan bakat anak secara efektif

Peran Keluarga untuk Anak dalam Membentuk Kepribadian

Pondasi Pendidikan Agama

Keluarga merupakan pondasi awal dalam memberikan edukasi agama kepada si Anak. Penerapan nilai-nilai agama akan menghindarkan anak dari sifat yang ingin melanggar hukum, serta mengajarkan si Anak untuk senantiasa berbuat baik.

Demi menjalankan fungsi ini secara maksimal, orang tua harus selalu memberikan contoh dan pengarahan mengenai nilai moral dan sikap toleransi, perilaku jujur, adil, ikhlas, sabar, patuh, dan menolong tanpa pamrih pada si Anak.

Dengan demikian, karakter anak yang bertaqwa, penuh kasih sayang, cinta kepada Tuhan, dan berakhlak terpuji akan terbentuk secara bertahap, seiring dengan pendidikan agama yang diberikan oleh keluarga.

Tempat Berlindung Anak

Semakin hari, globalisasi meningkat dengan pesat dan secara bertahap mempengaruhi tumbuh kembang kepribadian si Anak. Di sinilah peran keluarga sebagai tempat perlindungan berfungsi, agar anak tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif akibat perkembangan dunia yang terlalu pesat itu, misalnya pornografi, narkoba, bullying, dan radikalisme.

Demi melindungi anak dari serangan itu, alangkah baiknya jika orang tua menjadikan fungsi sebagai pelindung melalui perasaan aman dan nyaman tinggal dalam keluarga, keteladanan memaafkan orang lain, berani mengakui kesalahan, pengendalian diri, setia kawan dan tanggap terhadap perasaan serta komunikasi yang intens kepada anak.

Agen Sosialisasi

Keluarga berperan dalam memberikan pendidikan mengenai interaksi dan sosialisasi antara si Anak dengan lingkungannya. Bekal ini diberikan agar anak bisa masuk ke dunia yang lebih luas dari keluarga dan rumahnya, yaitu masyarakat dan sekolah.

Pendidikan sosialisasi ini diberikan dengan menciptakan rasa percaya diri, sikap bersedia mendengarkan dan menghargai orang lain, tolong menolong, toleransi dan rasa setia kawan. Dengan demikian kepribadian si Anak akan terbentuk menjadi orang yang bertanggung jawab, terbuka, dan ramah tamah.

Baca juga : Menanamkan Hemat dan Menabung pada anak sejak Dini

Pemberi Motivasi dan Kebutuhan Fisik serta Emosional

Keluarga memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan fisik anak maupun emosionalnya, seperti memberikan asupan makanan dan hal-hal yang dibutuhkan lain serta memberikan rasa kasih sayang dan perasaan nyaman di tengah-tengah keluarga. Sekaligus menghindarkan anak yang asyik dengan dunia sendiri dan perasaan tidak perduli.

Keluarga juga merupakan motivator utama si Anak dengan mendukung rasa ketertarikan dan minat terhadap sesuatu ataupun cita-cita. Di sinilah sebuah motivasi dibutuhkan agar si Anak senantiasa berjuang, tidak pantang menyerah dan bangkit lagi dari kegagalan untuk menggapai yang diinginkan.

Pondasi Pendidikan Lingkungan dan Seks

Pendidikan lingkungan diberikan agar anak lebih peka dan perduli terhadap lingkungannya, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bijak dalam menggunakan teknologi dan berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan.

Sementara pendidikan seks diberikan agar anak memahami dan mengetahui tentang kesehatan reproduksi berdasarkan norma dan nilai yang dianut. Hal ini bertujuan agar anak terhindari dari pergaulan bebas dan melanggar norma-norma agama serta sosial yang ada.

Nah, kelima hal itulah peran keluarga untuk anak yang wajib diketahui. Orang tua harus senantiasa menjaga, melindungi, serta mengajari si Anak agar terhindar dari budi pekerti yang buruk selama masa perkembangan kepribadiannya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.