Hukum Islam jika tidak Membayar Hutang

Dalam kondisi tertentu, apalagi kepepet, seseorang pasti akan memilih berhutang. Ini adalah jalan yang dipilih oleh orang kebanyakan apalagi jika orang tersebut tengah menghadapi masalah finansial. Namun, tidak sedikit juga yang berhutang tetapi selalu menunda bahkan enggan untuk membayarnya.

Bagaimanakah islam sebagai agama yang juga mengatur aspek ekonomi dan sosial membicarakan hal tersebut? Nah, terkaita hukum islam jika tidak membayar hutang berikut kami bagikan penjelasannya.

  • Tidak Membayar Hutang Merupakan Dosa

Selain ada ungkapan janji adalah hutang, ada juga ungkapan bahwa hutang adalah janji yang harus dipenuhi. Nah, jika janji ini dilanggar, dalam artian hutangnya tidak dibayar, tentu orang yang berhutang ini akan menanggung dosa.

Makanya kemudian orang yang berhutang ini harus segera menyelesaikan hutangnya sebelum waktu perjanjian hutang habis. Karena jika hutang ini sampai terbawa mati, orang yang berhutang tersebut tetap akan ditagih dan dimintai pertanggungjawabannya, kecuali jika orang yang menghutangi tersebut telah mengikhlaskannya.

Baca juga : Kelola Keuangan Secara Islami Lebih Menguntungkan dan Menentramkan

  • Hutang Memang Diperbolehkan, Tetapi Sebaiknya Dihindari

Hutang di dalam Islam jika itu dengan tujuan baik maka diperbolehkan, namun jangan sampai kita hidup dalam lilitan hutang sehingga kita merasa kesulitan untuk membayarnya. Banyak hadits yang menerangkan akibat-akibat yang akan diterima seseorang jika tidak melunasi hutangnya, makanya kemudian ada anjuran agar sebisa mungkin menghindari yang namanya berhutang.

 

Hukum Islam jika tidak Membayar Hutang

Hukum Islam jika tidak Membayar Hutang

  • Hadits-Hadits yang Menerangkan Soal Hutang

Diantara sekian banyak hadits yang menerangkan soal hutang, beberapa diantaranya akan kami sampaikan di bawah ini.

  1. Hadits yang Menerangkan Bahwa Hutang yang Belum Dibayar ini Nanti Akan Diganti dengan Kebaikan Orang yang Berhutang

Dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, diterangkan bahwasanya barang siapa yang kemudian mati namun dia masih memiliki hutang entah itu satu dinar ataupun satu dirham, maka nantinya hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya saat hari kiamat kelak karena di akhirat sudah tidak ada lagi yang namanya dinarserta dirham.

  1. Orang yang Berniat tidak Melunasi Hutangnya Sama Seperti Pencuri

Dari sebuah hadits yang juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, disebutkan bahwa barang siapa yang berhutang tetapi dia tidak berniat untuk melunasinya, maka orang yang berhutang tersebut akan bertemu dengan Allah di hari kiamat nanti dengan status sebagai pencuri.

  1. Hutang Termasuk dalam Dosa yang tidak Akan Diampuni

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, diterangkan bahwa semua dosa dari orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang. Tentu saja hal ini terjadi jika orang tersebut tidak membayar hutangnya dengan sengaja.

  1. Allah akan Menolong Orang yang Berniat Melunasi Hutangnya

Dari sebuah hadits yang juga diriwayatkan oleh Ibu Majah, disebutkan bahwasanya Allah swt akan bersama orang yang berhutang, yakni yang ingin melunasi hutangnya hingga orang yang berhutang tersebut berhasil melunasinya, dengan catatan selama hutang yang dilakukan ini bukanlah sesuatu yang dilarang Allah swt.

Baca juga : Sedekah, Amalan yang Banyak Memberi Manfaat Kita di Dunia dan Akhirat Kelak

Nah, itulah hukum islam jika tidak membayar hutang. Semoga dengan memahami hukum soal hutang ini menjadikan kita semakin giat berusaha agar terhindar dari hutang. Wallahu a’lam.

Leave a Reply