LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Hati-Hati! Berikut Tips Merawat Bayi Yang Memiliki Kulit Sensitif

Kulit sensitif bayi sebetulnya dimulai dari kondisi kulit yang kering oleh karena itu tips merawat bayi yang memiliki kulit sensitif sangat diperlukan. Ini terjadi kulit bayi yang sensitif memiliki fungsi pemisah (barrier) yang kurang optimal. Akibatnya, bahan-bahan kimia mudah masuk dan mengalami penguapan air lebih tinggi.

kondisi kulit yang mudah iritasi juga bisa menyebabkan radang kulit pada bayi. Hal ini menyebabkan kulit bayi jadi tidak sehat dan pada akhirnya bayi juga akan lebih sering rewel serta aktivitasnya terganggu.

bayi kulit sensitif

Baca juga : Cara merawat kesehatan dan kulit bayi

Ciri-Ciri Bayi Memiliki Kulit yang Sensitif, Kenali Sejak Dini

Terdapat ruam atau bintik-bintik merah

Sebenarnya, bintik-bintik merah pada bayi itu normal. Ruam ada karena adanya reaksi tubuh melawan zat asing dari luar. Namun, berbeda kasusnya jika semakin banyak bintik merah yang muncul, bisa jadi ini tanda reaksi alergi dari kandungan zat benda tertentu. Bawalah bayi Anda ke dokter untuk berkonsultasi.

Tekstur kulit bayi terlihat sangat kering

Bayi sangat rentan memiliki kulit kering karena fungsi epidermisnya belum sepenuhnya berkembang. Jika kulit bayi terlihat sering kusam dan kering, Anda sebaiknya lebih ekstra ketat dalam menjaga kelembapan kulitnya.

Sering-seringlah oleskan pelembab khusus untuk kulit bayi agar mencegah kulit iritasi, terutama pada bagian lipatan kulit yang sering berkeringat. Akan tetapi jangan sembarang pelembab dan harus dikonsultasikan pada dokter.

Tips merawat bayi Dengan Kulit Sensitif? Lakukan 7 Hal Berikut Ini

Ada beberapa tips merawat bayi berkulit sensitif yang bisa dengan mudah diikuti oleh para orangtua.

Jangan kontak lama dengan air

Pastikan kulit bayi Anda tidak terlalu lama bersentuhan dengan air. Sebab, semakin lama kulit bayi bersentuhan dengan air, maka penguapan air akan semakin besar dan justru membuat kulit menjadi semakin kering.

Gunakan suhu air kisaran 37 sampai 37,5 derajat celsius dengan lama waktu sekitar 5-10 menit. Orangtua juga boleh menggunakan sabun, namun pilihlah sabun yang memiliki tingkat kelembapan tinggi dan ringan.

Hindari bahan kimia berbahaya

Tips merawat bayi yang memiliki kulit sensitif berikutnya adalah menghindari produk dengan alkohol tinggi, pewangi atau pewarna sintetis. Jika Anda ragu akan suatu produk, cobalah sedikit pada area tubuh tertentu untuk melihat respons. Selain itu, jangan menggunakan minyak yang biasanya dipergunakan untuk memasak pada kulit bayi sensitif seperti minyak zaitun.

Pilihlah produk yang tepat & secukupnya

Perhatikan kandungan produk yang akan digunakan untuk bayi Anda. Hindari suatu produk yang menggunakan wewangian atau fragrance karena menurut penelitian, banyak produk yang menggunakan wewangian menjadi penyebab utama atas reaksi kulit yang alergi atau iritasi, terutama untuk kulit sensitif.

Seringkali ibu-ibu malah menggunakan sabun antibakteri. Padahal, sabun antibakteri yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti triclosan harus dihindari. Disarankan  jangan menggunakan sabun dan sampo untuk membersihkan bayi Anda secara berlebihan. Sedikit lebih baik terutama untuk bayi yang baru lahir karena bayi secara alami memiliki perlindungan sendiri di tubuhnya.

Baca juga : Cara mengatasi anak yang tertelan duri

Jangan terlalu lama mengganti popok

Hal ini untuk menghindari munculnya ruam atau bintik merah pada bayi. Jika memungkinkan, gantilah popok 6 sampai 12 kali dalam sehari, tergantung pada usia bayi. Jangan lupa untuk membersihkannya dan mengeringkannya secara benar.

Gunakan kain lembut dari bahan katun dan air hangat. Biarkan bayi tidak  menggunakan popok terlebih dahulu saat Anda mengeringkannya. Hal ini bermanfaat untuk mencegah munculnya ruam. Apabila Anda memiliki bayi yang berkulit sensitif, maka tidak ada salahnya mengikuti tips merawat bayi di atas.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.