Gejala Stress Pada Anak yang Wajib Diketahui Orangtua

0
137

KeluargaSamawa.com – Stress pada umumnya dialami oleh orang tua ataupun orang dewasa. Biasanya penyebab stress pada orang dewasa bermacam – macam seperti masalah pekerjaan, masalah keuangan, ataupun masalah rumah tangga. Tak jarang, saat orang tua stress, anak juga dapat merasakan stress tersebut. Namun, para orang tua biasanya  tidak menyadari kondisi anaknya tersebut. Stress pada anak  diakibatkan oleh beragam faktor seperti  tingkat persaingan tinggi di sekolah, perceraian orang tua, tekanan sosial dari lingkungan, keluarga yang sakit keras, dan kehilangan orang yang dicintai, dan banyak lagi lainnya.

Nah! Agar anda para orang tua dapat mengetahui apakah anak anda sedang mengalami stress atau tidak, sebaiknya pahami gejala-gejala stress yang terjadi pada anak berikut ini.

Gejala Stress Pada Anak  yang Harus Diwaspadai Orangtua

  1. Mengalami Mimpi Buruk

Apabila anak anda sering mengalami mimpi buruk maka, bisa jadi anak anda mengalami stress. Dan saat mengalami stress, ada kalanya juga sang anak akan sulit jika diajak tidur. Solusinya, temanilah anak anda hingga dia tertidur dengan nyaman.

Gejala Stress Pada Anak yang Wajib Diketahui Orangtua
Gejala Stress Pada Anak yang Wajib Diketahui Orangtua
  1. Mengurung Diri dan Tidak Mau Bersosialisasi

Gejala selanjutnya adalah sering mengurung diri dan tidak mau bersosialisasi baik di lingkungan keluarga ataupun teman – temannya. Nah jika Anda sering mendapati sang anak tidak mau diajak makan di luar bersama, ataupun lebih sering menyendiri dikamar, dan jarang bermain dengan teman – temannya, maka bisa jadi dia mengalami stress. Solusinya, coba ajaklah buah hati anda bicara, dan lakukan banyak hal bersamanya.

Baca juga : Tips Supaya Anak tidak Kecanduan Main Gadget

  1. Mengompol

Jika anak anda kembali mengompol padahal sebelumnya sudah berhenti mengompol, maka bisa jadi anak anda sedang mengalami stress. Anak yang mengalami stress akan kembali pada kebiasaaan masa kecilnya seperti mengompol atau bahkan menghisap jari.

  1. Sering Sakit Tanpa Penyebab yang Jelas

Saat stress, biasanya anak anda sering mengeluh sakit, baik itu sakit di bagian perut, sakit kepala, atau pusing. Namun, saat diperiksa, dokter, sebenarnya tak ada penyakit apapun pada fisiknya.

  1. Adanya Perilaku Negatif

Gejala ini biasanya dapat diamati dengan perubahan perilaku yang ditunjukkan anak anda. Seperti menjadi cepat marah, suka membantah, sering mengeluh, ataupun menjadi cengeng.  Anak anda juga sering berbohong kepada anda dan selalu ingin melanggar aturan rumah seperti bermain hingga larut malam dan melalaikan kewajibannya di rumah.

  1. Susah Untuk Berkonsentrasi Saat Belajar

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda – beda. Biasanya para prang tua sering menekan dan membanding – bandingnkan nilai belajar anaknya dengan temannya. Hal ini menjadi penyebab stress pada anak. Oleh karena itu,  sebagai orang tua tidak seharusnya untuk membanding – bandingkan dan memaksa kemampuan anaknya. Sejatinya, setiap anak memiliki kemampuannya masing – masing. Sehingga anda harus mendukung dan memotivasinya agar dapat selalu optimis.

  1. Perilaku Agresif

Perilaku agresif biasanya ditunjukkan oleh anak dengan cara menendang,menggigit,  memukul, dan berteriak.  Apabila anak anda sering melakukan hal tersebut, maka kemungkinan tingkatan stressnya sudah cukup tinggi. Cara untuk mengatasinya adalah mengajaknya berkomunikasi dengan baik dan tidak memperlakukannya secara kasar. Anda dapat menanyakan apa yang mengganggu pikirannya selama ini dan juga jangan lupa untuk tetap selalu disampingnya. Apabila cara berkomunikasi tidak mempan untuk menghentikan perilaku agresifnya, maka cobalah untuk ke dokter atau ahli terapi.

Baca juga : Tips Mengajarkan Anak Agar Pandai Bersyukur

Itulah gejala  yang sering terjadi pada anak yang stress. Sebagai orang tua, hendaknya kita harus selalu mengawasi anak – anak kita agar tidak mengalami hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.