LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Gangguan Disleksia yang Membuat Anak Sulit Belajar

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar. Terdapat gangguan yang bisa membuat anak kesulitan untuk belajar. Gangguan tersebut yaitu disleksia. Gangguan ini membuat anak sulit untuk membaca. Berikut ini pembahasan lebih lanjut tentang gangguan disleksia.

Disleksia

Mengenal Gangguan Disleksia

Baca juga : Ingin tau apa saja peran keluarga pada anak? Simak 5 hal ini

Pengertian Disleksia

Disleksia merupakan gangguan yang menyebabkan anak menjadi kesulitan dalam membaca. Anak dengan gangguan disleksia mengalami hambatan dalam memproses huruf membentuk suatu kata. Bagi anak yang mengalami disleksia huruf akan terlihat bercampur aduk tak beraturan, sehingga sulit untuk dibaca.

Penyebab Disleksia

Penyebab dari disleksia pada dasarnya masih belum diketahui. Akan tetapi, ada beberapa dugaan yang mungkin menjadi penyebab disleksia. Salah satunya yaitu faktor genetik, seorang anak lebih mungkin mengalami disleksia bila terdapat keluarganya yang juga mengalami.

Secara biologis penderita disleksia, ditemukan adanya kelainan pada bagian otak kiri yang berfungsi sebagai pengatur bahasa. Hal lain yang bisa menjadi penyebab yaitu adanya cedera otak, penyakit stroke, serta bentuk trauma kepala lainnya. Kerusakan pada susunan saraf pusat juga diduga menjadi penyebab gangguan ini.

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anak lebih berisiko mengalami disleksia. Satu diantaranya adalah bayi yang lahir secara prematur atau memiliki berat badan yang rendah. Janin yang mengalami paparan alkohol, obat terlarang, nikotin, atau infeksi yang berdampak pada perkembangan otak janin. Adanya kelainan pada otak yang berfungi untuk mengolah bahasa dan proses berpikir.

Dampak Disleksia pada Anak

Hambatan dalam membaca dan menulis tentu berdampak pada kemampuan anak untuk belajar. Gangguan ini mempersulit anak mencerna pelajaran dan belajar hal yang baru. hal ini nantinya berdampak pada rasa percaya diri anak. Kemampuan anak bersosialisasi dan berperilaku juga menjadi bermasalah. Anak menjadi mudah cemas, agresif, dan kurang fokus.

Gejala dari Disleksia

Mengalami Kesulitan dalam Membaca

Baca juga : gejala stress pada anak yang wajib di ketahui orangtua

Disleksia tidak dipengaruhi oleh masalah kecerdasan anak. Penderita gangguan ini kebanyakan memiliki tingkat kecerdasan normal. Namun karena kesulitan dalam mengolah huruf dan kata maka mereka sangat kesulitan untuk membaca. Anak akan kesulitan memahami huruf dan sering terbalik dalam membaca huruf.

Kemampuan Bicara Mengalami Perlambatan

Anak dengan gangguan ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar berbicara. Anak sering mengalami hambatan dalam pengucapan. Anak juga kesulitan membedakan bunyi kata yang di ucap.

Perkembangan yang Terhambat

Anak dengan disleksia tetap bisa memenuhi tahap perkembangannya. Akan tetapi, anak akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar sesuai masa perkembangannya. Hambatan bisa berupa lama belajar merangkak, berbicara, berjalan, dan lain sebagainya.

Hambatan dalam Koordinasi Tubuh

Kemampuan koordinasi tubuh terutama tangan dan mata adalah bagian yang penting bagi perkembangan anak. Penderita disleksia akan mengalami kesulitan dalam koordinasi tangan dan mata sehingga anak sulit menulis, menangkap bola, menggambar, dan lain-lain. Apabila koordinasi anak terlihat sangat buruk maka diperlukan pemeriksaan lebih jauh karena kemungkinan adanya gangguan lain yang menyertai.

Mengalami Masalah dalam Berkonsentrasi dan Daya Tahan Tubuh Lemah

Anak dengan gangguan ini akan sulit untuk mempertahankan konsentrasinya dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat anak menjadi lebih sulit untuk belajar. Anak dengan gangguan ini juga umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lemah, anak lebih mudah terkena demam, eksim, alergi, maupun asma.

Gangguan disleksia membuat anak sulit membaca. Disleksia penyebabnya belum diketahui namun faktor genetik dan biologis diduga memiliki pengaruh pada kondisi ini. Disleksia dapat berdampak pada kemampuan belajar anak, sosialisasi, dan perilaku. Terdapat beberapa gejala yang menunjukkan anak kemungkinan mengalami disleksia. Itulah pembahasan singkat mengenai disleksia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.