LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Fakta-Fakta Bahwa Mahar Pernikahan Bukanlah Segalanya

Hal-hal yang berkaitan dengan mahar pernikahan memang selalu mendatangkan kontroversi. Bagaimana tidak, timbulnya pemikiran yang mengarah kepada berharga tidak berharganya seorang wanita bergantung kepada mahar pernikahan. Bahkan lebih parahnya lagi, banyak pemikiran yang kemudian menyangkut-pautkan antara pendidikan yang diperoleh si wanita menjadi faktor penentu mahar yang diterimanya.

Mahar cincin

Hal ini tentu harus diluruskan kembali mengingat dalam aturan yang mengikat tentang pernikahan sebenarnya telah jelas mengatakan bahwa mahar itu adalah pengikat. Maka bisa dikatakan, besar kecilnya mahar itu bukanlah suatu yang bisa disangkutpautkan dengan aspek materi. Oleh karenanya perlu pemikiran bijak akan hal tersebut. Jangan sampai seorang wanita hanya terobsesi dengan nilai mahar.

Jika hal ini terjadi, maka dikhawatirkan arah pemikiran seorang wanita akan berubah. Ia hanya akan terfokus kepada mahar pernikahan dan sebisa mungkin mempunyai calon suami yang bisa memberikan mahar lebih mahal jika dibandingkan dengan teman-temannya barangkali. Namun, lebih dari itu, kamu perlu tahu fakta-fakta mengenai mahar pernikahan.

Baca juga : Tips menghindari hutang saat pernikahan

Beberapa Fakta  Bahwa Mahar Pernikahan Bukan Segalanya

Ingat Betul Bahwa Mahar Bukan Simbol Membeli Wanita

Setiap wanita yang akan melepas masa lajangnya dengan menikah dengan seorang pria, maka mahar akan selalu hadir dalam simbol pernikahan. Salah satu pemikiran yang salah akan hal itu adalah banyak dari mereka yang berpikir bahwa mahar itu menjadi nilai tukar bagi seorang wanita yang akan dialihkan tanggung jawab atas dirinya. Yang tadinya orang tua, menjadi calon suami yang melamarnya.

Hal ini tentu saja mindset yang tidak dibenarkan adanya. Ingat dengan jelas bahwa tidak ada nilai jual beli dalam pernikahan. Sekalipun mahar selalu ada dalam prosesi pernikahan. Hal ini harus benar-benar diperhatikan demi menghormati kodrat wanita yang sesungguhnya. Jika dikatakan bahwa wanita akan menjadi milik calon suami yang melamarnya, bukan berarti dalam hal tersebut ia sedang dibeli.

Cinta, kasih sayang dan ketulusan lah yang seharusnya menjadi simbol dari sebuah mahar yang diberikan. Hal ini sekaligus menjadi tanda ikatan suci pernikahan yang akan dimulai. Menjalani kehidupan berdua dan menempuh bahtera rumah tangga dengan tanggung jawab yang lebih besar adalah bentuk anugerah dalam kehidupan setiap insan.

Nilai Sebuah Mahar Akan Berdampak Pada Dua Hal

Adapun dua hal yang dimaksud adalah jika bukan si lelaki yang keberatan dengan mahar, maka si wanitalah yang akan dianggap matre. Hal sebaliknya juga bisa berlaku jika mahar pernikahan  terlalu kecil, si wanita akan dianggap terlalu murahan dan si lelaki dinilai tidak punya uang. Hal ini tentu saja menjadi anggapan negatif dan tidak dibenarkan adanya.

Perlu diluruskan bahwa nilai besar kecilnya sebuah mahar tidak akan berdampak pada sah atau tidak sahnya sebuah pernikahan. Ingatlah dengan jelas bahwa yang diperlukan dalam sebuah pernikahan adalah sah. Jika sudah sah, maka tidak ada yang bisa menyangkut-pautkan lagi mahar pernikahan yang diberikan.

Cobalah memahami fakta-fakta mengenai mahar  sehingga akan timbul kesadaran kembali. Jaman boleh berkembang, namun jangan sampai meninggalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk salah satunya adalah hal pernikahan. Jangan sampai mahar menjadi kendala bagi terlaksananya sebuah ikatan suci pernikahan.

Baca juga : Dokumen persiapan yang perlu di siapkan sebelum menikah

Masih Banyak yang Bangga dengan Nilai Sebuah Mahar

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa hingga saat ini masih banyak yang merasa bangga dengan nilai mahar pernikahan  yang tinggi. Hal ini dianggap sebagai nilai harga diri. Jangan sampai hal ini terjadi lagi kepada pemikiran modern jaman sekarang. Jaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai pasti dalam ikatan pernikahan tidaklah boleh luntur hanya karena salah menafsirkan makan sebuah mahar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.