Contoh Riba dalam Kehidupan Sehari-Hari

Riba termasuk ke dalam perbuatan yang dilarang oleh Allaht SWT, perlu kita waspadai karena terkadang riba ini terjadi tanpa kita sadari. Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan kita terhadap riba ini, maka kita harus mengerti apa itu riba dan bagaimana contoh riba dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Riba?

Secara bahasa, arti dari riba adalah ziyadah atau tambahan, dan secara istilah, riba merupakan pengambilan tambahan dari modal atau harta pokok yang dilakukan dengan cara yang bathil. Sebenarnya ada beberapa definisi riba secara istilah ini, namun garis besar dari beberapa definisi tersebut adalah sama yakni pengambilan tambahan yang dilakukan dengan cara yang bathil dan bertentangan dengan prinsip muamalah di dalam agama islam, baik di dalam transaksi jual beli ataupun pinjang meminjam.

Baca juga : Macam-Macam Riba Menurut Ilmu Fiqh yang Wajib Diketahui Umat Muslim

contoh riba dalam kehidupan sehari-hari

contoh riba dalam kehidupan sehari-hari

Contoh Riba dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bahkan sinetron yang ditayangkan di televisi sudah banyak yang menunjukkan praktek riba ini, seperti pinjam meminjam yang dilakukan di lembaga keuangan di koperasi, perbankan konvensional maupun lembaga lain yang berbasis bunga. Riba jenis ini tidak terpaku pada lembaga saja, tetapi bisa juga secara perorangan.

  • Misalnya adalah pihak A hendak meminjam uang sebesar Rp 10.000.000, pada pihak B dan akan dikembalikan dalam tempo waktu 1 tahun, namun pihak B memberikan kewajiban agar pihak A membayar dalam jumlah yang lebih banyak sebesar 15% dari jumlah pokok misalnya. Nah, jumlah yang 15% inilah yang merupakan riba. Akan disebut riba juga bila kedua belah pihak, yakni pihak yang memberi pinjaman dan pihak yang meminjam menyepakati ketentuan dimana jika pihak yang meminjam tidak mampu membayar pinjamannya tepat waktu, maka dia akan dikenai biaya tambahan yang merupakan bunga. Tetapi, jika pihak peminjam bisa mengembalikan pinjamannya tepat waktu, maka dia tidak akan dikenai biaya tambahan ini.

 

  • Selain itu, ada juga riba hutang yang muncul secara tidak tunai. Contoh saat pihak A membeli motor pada pihak B secara kredit dengan ketentuannya adalah harus lunas dalam jangka waktu 1 tahun. Jika dalam jangka waktu tersebut pihak A ternyata tidak bisa melunasinya, maka tempo diperpanjang tetapi pihak A dikenai denda.

 

  • Selain contoh riba yang terjadi dalam masalah hutang piutang seperti yang sudah kami sampaikan di atas, kami juga akan memberikan ilustrasi sederhana mengenai riba dalam praktek jual beli. Jika Anda pernah bertemu dengan sales yang menawarkan satu set alat memasak seharga Rp 250.000 misalnya, dan sales tersebut memberikan Anda pilihan apakah hendak membayar tunai ataukah sistem kredit. Jika membayar secara tunai, uang yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 250.000 tetapi jika sistem kredit, cicilan dilakukan sebanyak 6 kali sebesar Rp 50.000. Nah, disini terdapat perbedaan jumlah bukan? Dimana harga asal adalah Rp 250.000, jika dibayar tunai tetap Rp 250.000 tetapi jika sistem kredit malah menjadi Rp 300.000 (6 x Rp 50.000). Perbedaan ini bisa juga disebut sebagai riba. Berbeda halnya jika antara jumlah yang harus dibayarkan saat tunai maupun saat kredit adalah sama, yakni Rp 250.000 maka itu tidak dikatakan riba.
  • Contoh lain riba dalam transaksi jual beli adalah jika pihak A menukar emas berbentuk kalung seberat 10 gram dengan emas yang berbentuk gelang tetapi seberat 5 gram. Meskipun mau dikatakan gelang ini memiliki nilai estetika yang lebih banyak dibandingkan kalung, tetap saja ini dikatakan riba.

Baca juga : Pengertian dan Keuntungan Asuransi Syariah Bagi Umat Muslim

Nah, itu dia contoh riba dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dengan mudah kita temui. Sebenarnya contoh untuk riba dalam transaksi jual beli masih banyak, namun karena berbagai keterbatasan, kami belum bisa memberikan ulasannya kepada Anda. Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish showab.

Leave a Reply