LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

Contoh-Contoh Puasa Sunnah

Sebagaimana yang kita tahu, puasa adalah kegiatan menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Dari segi hukum, puasa dibagi menjadi 4 jenis yaitu puasa wajib, puasa sunnah, puasa makruh dan puasa haram.

Puasa wajib adalah puasa ramadhan dimana yang menjalankan mendapat pahala dan yang meninggalkan mendapat dosa serta harus mengganti di kemudian hari.

Puasa sunnah merupakan puasa yang jika dilakukan mendapat pahala namun jika tidak dilakukan tidak mendapat apa apa. Dan untuk puasa makruh ialah, puasa yang jika dilakukan tidak mendapat apa apa jika ditinggalkan akan mendapat pahala dan puasa haram adalah puasa yang tidak boleh dilakukan.

Nah, seperti judul diatas, untuk kali ini kita akan kupas penjelasan tentang puasa sunnah dan contohnya.

Puasa sunnah beserta contohnya:

  1. Puasa Arafah

Puasa arafah merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah dan diutamakan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji. Untuk jamaah haji yang sedang berada di arafah, diperbolehkan melaksanakan puasa asal kuat namun lebih disarankan untuk tidak berpuasa agar tetap kuat menjalankan ibadah dan fokus untuk berdo’a.

Contoh Puasa Sunnah

Contoh Puasa Sunnah

  1. Puasa 9 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama dari bulan dzulhijjah adalah termasuk hari hai utama untuk memperbanyak dzikir dan amal ibadah termasuk berpuasa. Umat islam dianjurkan untuk perpuasa selama 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah karena pada hari hari itu, puasa kita akan diibaratkan dengan berpuasa selama setahun penuh. Selain berpuasa, sholat malam yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah juga dinilai sama dengan melakukan sholat malam pada lailatul qadar.

  1. Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a merupakan puasa pengiring puasa Asyura. Mengapa puasa Asyura harus diikuti dengan puasa Tasu’a ? Karena pada tanggal 10 Muharram, orang orang yahudi dan nasrani juga melakukan puasa. Jadi puasa Tasu’a akan menjadi pembeda umat islam dan umat yahudi serta nasrani. Karena menjadi pengiring dari puasa Asyura, maka puasa tasu’a dilaksanakan ada tanggal 9 Muharram.

  1. Puasa Asyura

Rasulullah SAW bersabda : “ seutama – utamanya puasa setelah bulan suci ramadhan adalah puasa di bulan Muharram”. Dan dlam hadist lain beliau juga bersabda : “ Puasa di Hari Asyura akan menghapus dosa – dosa sepanjang tahun”.

Sudah jelas bahwa puasa asyura merupakan puasa yang dianjurkan karena keutamannya setelah puasa ramadhan, yang disebut dengan menghapus dosa sepanang tahun dalam hadist tersebut aalah dosa kecil. Sedangkan dosa dosa besar hanya bisa dihapus jika manusia melakukan taubat nasuha.

Baca juga : Macam – Macam Puasa dalam Islam

  1. Puasa Senin Kamis

puasa pada hari senin dan hari kamis adalah puasa yang paling seing dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Mengapa hari senin – kamis bukan pada hari lainnya ? karena pada hari senin dan kamis, malaikat akan memeriksa amal ibadah manusia, alangkah lebih baiknya jika amalan kita diperksa saat manusia sedang berpuasa. Selain itu hari senin dan kamis adalah hari dimana Rasulullah SAW dilahirkan dan menerima wahyu dari Allah SWT.

  1. Puasa Nabi Daud

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan secara bergantian. Satu hari puasa dan satu hari tidak secara berulang ulang. Puasa ini adalah puasa yang diajarkan oleh Nabi Daud AS. Keutamaan puasa ini adalah menjuhkan manusia dari berbuat maksiat, mendapatkan ketentraman jiwa, dan melatih keistiqomahan hati untuk beriman kepada Allah SWT.

  1. Puasa Ayamul Bidh

Puasa ayamul bidh adalah puasa yang dilakukan selama 3 hari di pertengahan bulan yaitu tanggal 13, 14 dan 15 dalam kalender hijriah. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“ Wahai Abu Dzar, jika kau hendak berpuasa setiap bulannya maka lakukanlah pada tanggal 13, 14 dan 15”.

Tanggal tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari bersinar terang dan bulan purnama akan muncul.

  1. Puasa Bagi Pemuda Pemudi yang Belum Menikah

Puasa ini merupakan puasa yang dianjurkan untuk para pemuda dan pemudi yang belum menikah untuk menahan diri dari syahwat. Puasa dapat membantu mereka menjadi perisai untuk godaan syetan berupa nafsu dan syahwat. Puasa ini dapat dilakukan setiap hari kapanpun diluar bulan Ramadhan dan diluar hari hari haram berpuasa.

Baca juga : Hal – Hal yang Membatalkan Puasa

Nah itulah tadi penjelasan lengkap mengenai beberapa contoh puasa sunnah. Semoga kita semua dapat mengamalkan puasa sunnah tersebut dan mendapat keutamaannya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.