Bolehkan Umat Islam Memakai Henna? Bagaimana Hukumnya?

Henna atau yang dikenal dengan istilah inai atau mahendi merupakan seni body painting (seni lukis tubuh). Henna Berasal dari dedaun sejenis daun pacar yang telah diracik. Dan berbentuk bubuk pacar, yang kemudian dilukis pola tertentu pada bagian tubuh seperti tangan dan kaki hingga mongering, serta meninggalkan bekas warna yang berwarna merah, kuning, oranye ataupun hitam.

Memakai henna merupakan hal yang seringkali dilakukan oleh sebagian besar wanita di beberapa negara, termasuk Indonesia. Lalu, apakah memakai henna diperbolahkan dalam islam? Pertanyaan tersebut mungkin kerapkali ditanyakan oleh para wanita yang memakai henna.

Baca juga : Tips Cara Berhijab Sesuai Syar’i

Bagi Anda yang masih bingung bagaimanakah hukum penggunaan henna, apakah diperbolehkan atau dilarang? Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan secara mendetail terkait hukum penggunaan henna. Silahkan disimak.

Bolehkan Umat Islam Memakai Henna

Bolehkan Umat Islam Memakai Henna

Hukum Penggunaan Henna

Dalam agama Islam, terdapat anjuran Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yakni bagi para wanita diperbolehkan untuk memakai henna, dengan tujuan agar tidak serupa dengan kaum laki-laki. Artinya bahwa memakai henna adalah hukumnya sunnah atau diperbolehkan.

Dalam haddist HR. Abu Daud dan An-Nasa’i diceritakan “Ada wanita yang menyodorkan kitab dengan tangannya pada Rasulullah SAW, kemudian beliau menarik tangannya, dan wanita itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku menyodorkan tanganku padamu dengan kitab, namun engkau tidak mengambilnya.’ Rasulullah berkata, ‘Sesungguhnya aku tidak tahu apakah itu tangan perempuan atau laki-laki..Dan ternyata itu adalah tangan perempuan. Maka beliaupun berkata, ‘Seandainya aku seorang wanita, maka  aku akan mengubah kuku dengan daun pacar.”

Berdasarkan hadits di atas, dikatakan bahwa Rasulullah menganjurkan para wanita untuk menggunakan henna atau daun pacar sebagai identitas dirinya untuk membedakan dengan laki-laki. Hal ini menjawab pertanyaan, bahwa hukum penggunaan henna dengan bahan dasar daun pacar diperbolehkan dalam Islam.

Bagaimana layaknya penggunaan henna?

Perlu diperhatikan, wanita yang memakai hena didasarkan sebagai aktivitas untuk mempercantik diri untuk suaminya. Berhias di hadapan lelaki mahramnya, dalam islam dibolehkan asalkan tidak menunjukkan aurat. Sebaliknya, jika seorang wanita berhias di depan laki-laki yang bukan mahram, maka hukumnya haram atau tabarruj.

Jadi, hukum penggunaan henna dalam agama islam adalah diperbolehkan (sunnah). Yang tidak diperbolehkan adalah tattoo yang bersifat permanen, yang biasanya dilakukan dengan penggunaan jarum yang ditusukkan pada bagian tubuh, dan membiarkan darahnya keluar, lalu ditaburkan bubuk obat agar darah mengeras. Tatto permanen dalam agama islam ini, hukumnya haram karena termasuk perbuatan menyiksa serta mendzolimi tubuh manusia.

Baca juga : Sejuta Manfaat Berhijab, Berdasarkan Penelitian Medis

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait hukum penggunaan henna dalam agama islam. Semoga informasi di atas bisa menjawab rasa ingin tahu Anda mengenai boleh tidaknya menggunakan henna. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply