Beragam Jenis Resiko pada Asuransi Syariah yang Wajib Dipahami

Sebelum Anda memutuskan untuk memilih suatu produk asuransi, khususnya asuransi syariah, sangat penting bagi Anda untuk memahami terlebih dahulu manajemen Jenis Resiko pada Asuransi Syariah. Dengan memahami manajemen risiko pada asuransi syariah, Anda dapat mempertimbangkan banyak hal agar tidak mengalami kerugian ketika memilih suatu produk asuransi.

Risiko adalah hal yang akan selalu muncul sebagai hasil dari tindakan-tindakan manusia di dalam hidupnya. Karena risiko bersifat tidak menentu, risiko dalam asuransi syariah pun dipandang sebagai suatu ketidakpastian. Risiko pada proses asuransi dapat disebabkan dua hal, yaitu aktivitas personal dan aktivitas usaha. Contoh dari risiko pribadi adalah sakit atau kecelakaan, sedangkan contoh dari risiko usaha adalah kebangkrutan, kehilangan, ataupun kerusakan.

Jenis Risiko pada Asuransi Syariah

Dalam asuransi syariah, risiko diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu risiko murni, risiko spekulatif, risiko khusus, risiko individu, dan risiko harta, serta ada juga risiko tanggung-gugat.

Beragam Jenis Resiko pada Asuransi Syariah yang Wajib Dipahami

Beragam Jenis Resiko pada Asuransi Syariah yang Wajib Dipahami

Risiko murni adalah risiko yang akan menimbulkan kerugian jika terjadi dan tidak akan menimbulkan kerugian maupun keuntungan jika tidak terjadi. Risiko spekulatif adalah risiko yang berkemungkinan untuk menimbulkan keuntungan maupun kerugian. Risiko khusus adalah risiko yang penyebab dan dampaknya hanya akan mempengaruhi pribadi pelaku. Risiko fundamental adalah risiko yang akan menimbulkan dampak yang amat luas dan biasanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti bencana ataupun kebijakan pemerintah.

Baca juga : Tips Hemat Anggaran Bulanan Keluarga Samawa

Risiko individu adalah risiko yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari manusia dan dapat mempengaruhi finansial. Risiko harta adalah risiko yang terkait dengan kepemilikan harta benda, misalnya kehilangan. Risiko tanggung-gugat adalah risiko yang menjadi tanggung jawab pelaku karena ulah yang disebabkan pelaku.

Risiko yang dapat ditanggung oleh lembaga asuransi biasanya adalah risiko dengan beberapa syarat berikut ini.

  1. Risiko yang terjadi harus tanpa unsur kesengajaan dan tidak dapat diprediksi
  2. Risiko yang dapat ditanggung umum terjadi
  3. Dampak dari risiko dalam dinilai dengan uang
  4. Harus ada objek yang dipertanggungjawabkan
  5. Objek yang dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku
  6. Premi yang dibebankan haruslah sesuai dengan tingkat risiko yang dipertanggungjawabkan

Selain itu, risiko pada asuransi syariah dapat dibedakan pula menjadi beberapa macam, yaitu preferred class, standard class, substandard class, dan declined class. Keempat risiko ini dilihat berdasarkan tingkat mortalitas.

Ada juga hal-hal yang dapat menjadi risiko atau ancaman ketika menggunakan asuransi syariah, antara lain globalisasi, SDM (sumber daya manusia), persaingan dengan asuransi konvensional, minat masyarakat, dan sarana investasi serta citra lembaga.

Manajemen Risiko pada Asuransi Syariah

Risiko-risiko yang muncul dapat diatasi dengan diterapkannya manajemen risiko pada asuransi syariah. Manajemen risiko tersebut terdiri atas beberapa tindakan. Pertama, menghindari risiko. Menghindari risiko merupakan manajemen risiko yang paling mudah dan biasa dilakukan lembaga asuransi syariah, tetapi cenderung menurunkan semangat kerja karena dalam prosesnya tidak memberikan tantangan.

Kedua, mengurangi risiko. Manajemen risiko jenis ini berfungsi untuk meminimalisasi kemungkinan munculnya kerugian. Ketiga, memindahkan risiko. Dengan memindahkan risiko, kerugian ataupun dampak buruk lainnya dipindahkan kepada pihak lainnya. Biasanya, kerugian ataupun dampak buruk lainnya dipindahkan kepada lembaga asuransi syariah lainnya yang mampu menanggungnya dengan berbagai persyaratan yang disepakati. Keempat, membagi risiko. Artinya, dilakukannya suatu bentuk kerjasama kepada pihak lain untuk menjadi rekan kerja sehingga risiko ditanggung bersama.

Baca juga : Inilah Hukum Asuransi Syariah yang Harus Anda Ketahui

Memahami jenis risiko dan manajemen risiko pada asuransi syariah akan membantu Anda dalam memilih program asuransi yang sesuai. Ingatlah untuk tidak terburu-buru memilih suatu produk/program asuransi. Anda dapat mempertimbangkannya secara matang dengan berkonsultasi pada teman yang memahami bidang ini.

Leave a Reply