Apakah Boleh Umroh Sebelum Haji?

0
27

Sebelum membahas judul diatas, ada baiknya anda mengetahui perbedaan antara ibadah haji dan umroh. Meski keduanya sama-sama hanya bisa dikerjakan di tanah suci, haji dan umroh memiliki beberapa perbedaan yang harus diperhatikan, seperti hukum pelaksanaan, waktu pelaksanaan, tempat serta rukun-rukunnya. Nah, untuk itu simak penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan Haji dan Umroh

  1. Hukum Pelaksanaan

Ibadah haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan bagi umat islam setidaknya sekali seumur hidup, namun dengan ketentuan mampu. Baik mampu secara finansial maupun keadaan lahir dan batin. Ibadah haji adalah rukun islam ke 5 yang menjadi kelengkapan keislaman seorang hamba. Sedangkan umroh merupakan ibadah sunnah muakad yang jika dilaksanakan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Umroh dapat dilakukan berapa kali pun jika anda mampu, tidak ada batasannya.

  1. Waktu Pelaksanaan

Untuk waktu pelaksanaannya pun berbeda. Umroh bisa dilakukan kapan saja, jika anda sewaktu-waktu ingin melaksanakannya maka bisa. Kecuali pada 4 hari tertentu yaitu hari Arafah (9 Djulhijah), hari Nahar (10 Djulhijah) dan hari Tasyarik (11,12,13 Djuhlijah). Sementara ibadah haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan haji, yaitu bulan Djulhijah tepatnya tanggal 9 sampai 11 Djulhijah.

Perbedaan Haji dengan Umroh
Perbedaan Haji dengan Umroh
  1. Tempat Pelaksanaan

Untuk tempat, keduanya sama-sama dilaksanakan di Mekkah, namun ibadah haji juga harus menunaikan rukun di luar Mekkah. Seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdhalifah dan melempar jumroh di Bukit Mina. Sedangkan umroh kegiatan utamanya berpusat di Kakbah dan sekitar Mekkah.

Baca juga : Keutamaan Bulan Dzulhijjah bagi Umat Muslim

  1. Rukun dan Tata Cara Pelaksanaan

Perbedaan lainnya terletak di rukun dan tata cara. Ketika umroh, anda harus menunaikan rukun umroh antara lain Ihram, Tawaf, Sya’i, dan Tahalul. Sedangkan saat haji, semua rukun umroh tersebut dilakukan dengan ditambahkan 3 rukun lainnya yaitu wukuf di Arafah, menginap (mabit) di Muzdhalifah, dan melempar jumroh (batu kecil) di Mina.

  1. Tingkat Keramaian

Tingkat keramaian ibadah umroh tergolong rendah, tidak seramai dan sepadat saat bulan haji. Orang yang umroh bisa lebih khusyuk melaksanakan ibadah karena tak perlu berdesakan akibat ramainya jemaah. Kalau ibadah haji yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun dan semua umat muslim di dunia datang bersamaan, tentu membuat tempat ibadah menjadi begitu ramai berkali-kali lipat.

Apakah Boleh Menunaikan Umroh Sebelum Haji?

Pertanyaan semacam ini seringkali kita jumpai. Mungkin anda juga masih mempertanyakan keabsahan informasi mengenai hal ini. Apakah boleh umroh dulu walaupun belum pernah naik haji? Ibadah umroh sudah diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya, Surat Al-Baqarah ayat 196 yang berbunyi:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.”

Hal ini merupakan ibadah yang seharusnya dilaksanakan karena perintah Allah SWT. Bagi kaum hawa, ibadah ini merupakan wujud jihad yang bisa dilakukan tanpa perang.

Selain itu, para ulama juga bersepakat jika melaksanakan umroh sebelum haji diperbolehkan. Baik pada tahun yang sama atau tahun yang berbeda. Hal ini didukung pula oleh apa yang pernah dikerjakan Nabi dulu. Rasululullah SAW pernah melakukan umroh sebelum haji sebanyak tiga kali. Umroh yang ditunaikan adalah umroh hudaibiyah, umroh qada dan umroh ji’ranah.

Berarti, menunaikan umroh sebelum haji hukumnya adalah boleh dan sah-sah saja, didasarkan pada beberapa hadist shahih salah satunya yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar.

اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ

“Rasulullah SAW melaksanakan umrah sebelum haji.” (Shahih Bukhari, No. 1651).

Baca juga : Pengertian Haji dan Rukun Haji

Nah, itulah jawaban mengenai pertanyaan tentang  ‘apakah boleh menunaikan ibadah umroh sebelum naik haji? Semoga uraian diatas bisa membantu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.