LiburanLiburan & Berwisata Asyik !

5 Syarat Sah Berwudhu Yang Wajib Diketahui Orang Islam

Bagaimana Syarat Sah Berwudhu? Bagi seorang muslim yang ingin mengerjakan shalat, terlebih dahulu ia harus berwudhu untuk mensucikan dirinya dari hadats. Karena suci dari hadats merupakan salah satu dari syarat sahnya shalat. Tidak dianggap sah shalatnya seorang muslim, jika tidak dalam keadaan berwudhu.

Menurut hukum syara’, wudhu ialah membersihkan beberapa anggota tubuh tertentu untuk menghilangkan hadats kecil. Anggota wudhu adalah wajah, tangan, kepala dan juga kaki. Sebagian ulama berpendapat bahwa telinga juga termasuk anggota wudhu.

Seperti halnya ibadah yang lain, wudhu juga memiliki syarat yang jika salah satu syarat tidak terpenuhi maka wudhunya tidak akan dianggap sah secara hukum syar’i. Apa saja syarat-syarat berwudhu? Berikut ulasannya.

5 Syarat Sah Berwudhu

  1. Islam

Ya, ini merupakan syarat mutlak bagi orang hendak berwudhu. Orang yang non muslim tidak pernah dilarang untuk berwudhu. Tetapi secara hukum syar’i, wudhu mereka tidak sah.

Syarat Sah Berwudhu

Syarat Sah Berwudhu

  1. Mumayyiz

Sebutan mumayyiz adalah untuk anak-anak yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuknya dan bisa mengerjakan sesuatu secara mandiri. Biasanya anak yang sudah menginjak usia 7 atau 8 tahun.

Jadi, anak-anak yang sudah mumayyiz sah saja berwudhu walaupun mereka belum baligh.

  1. Tidak dalam keadaan berhadats besar

Tidak dalam keadaan junub atau haidh dan nifas. Tidak salah jika Anda (khususnya wanita) yang sedang haidh atau nifas ingin melaksanakan wudhu. Tidak ada yang melarang tentang itu dan juga tidak haram melakukannya. Namun tidak bisa dikatakan sah, karena tidak memenuhi syarat sah wudhu.

  1. Tidak ada sesuatu yang menghalangi aliran air

Semua anggota wudhu harus terkena aliran air. Contohnya di kuku Anda terdapat kutex atau cat kuku, maka sebelum berwudhu hilangkanlah dulu cat kuku tersebut. Karena cat menghalangi aliran air di kuku Anda. Sedangkan kuku termasuk dalam bagian tangan yang notabenenya adalah salah satu anggota wudhu.

  1. Dengan air yang suci

Air yang dipakai untuk berwudhu haruslah suci. Air yang bisa dipakai untuk berwudhu ada 7 macam. 7 macam air tersebut yaitu air hujan, air sumur, air sungai, air laut, air telaga, air salju dan juga air embun.

Dalam ilmu Fiqih, air itu ada 4 macam. Yaitu :

  • Pertama, air mutlak. Air mutlak adalah air yang suci dan bisa dipakai untuk bersuci serta tidak makruh memakainya. Airnya belum pernah dipakai untuk merangkatkan hadats atau menghilangkan hadats kecil maupun besar. Airnya tidak berubah warna, bau dan rasanya.
  • Kedua, air musyammas. Air ini adalah air suci dan dapat dipakai untuk bersuci tetapi makruh memakainya pada badan, seperti mandi atau berwudhu. Air musyammas ini adalah air yang berada di dalam wadah besi atau tembaga dan terjemur panas matahari.
  • Ketiga, air musta’mal. Air ini suci, tapi tidak bisa dipakai untuk bersuci. Air musta’mal ini adalah air yang sudah pernah terpakai untuk merangkatkan hadats, menghilangkan najis atau air yang sudah berubah warna, bau dan rasanya.
  • Keempat, air mutanajjis. Air yang sudah terkena najis, sedangkan jumlah debit airnya kurang dari dua kulah. Dua kulah sama dengan 216 liter air. Jika di dalam sebuah wadah berbentuk persegi empat, maka tingginya 60 cm dan panjang juga 60 cm.

Itulah Syarat Sah Berwudhu. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk Anda. Terima kasih telah membaca.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.